Saham masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit di Indonesia karena dinilai mampu memberikan potensi imbal hasil yang menarik dalam jangka menengah hingga panjang. Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pasar modal, pemahaman terhadap istilah-istilah teknis pun menjadi semakin penting agar investor tidak hanya ikut-ikutan tren. Tanpa pemahaman yang memadai, investor berisiko mengambil keputusan berdasarkan emosi atau informasi yang tidak lengkap.
Salah satu istilah yang sering muncul dalam laporan emiten, indeks saham, hingga regulasi Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah free float saham. Konsep ini berkaitan langsung dengan jumlah saham yang beredar di publik dan benar-benar bisa diperdagangkan di pasar.
Lalu, apa itu free float saham, bagaimana pengaruhnya terhadap pergerakan harga, dan mengapa konsep ini penting bagi investor?
1. Makna free float dalam struktur kepemilikan saham
Apa itu free float saham sebenarnya merujuk pada jumlah saham suatu perusahaan yang benar-benar beredar di publik dan tersedia untuk diperdagangkan secara aktif di pasar reguler, baik oleh investor ritel maupun investor institusional yang tidak memiliki kendali terhadap arah kebijakan perusahaan. Saham-saham inilah yang setiap hari berpindah tangan di bursa dan membentuk harga pasar berdasarkan mekanisme permintaan dan penawaran.
Free float tidak mencakup saham yang dimiliki oleh pendiri, manajemen, atau pemegang saham pengendali karena kepemilikan tersebut biasanya ditujukan untuk menjaga kontrol dan stabilitas jangka panjang perusahaan. Karena saham-saham tersebut jarang dilepas ke publik, maka tidak dianggap sebagai pasokan yang benar-benar tersedia di pasar. Inilah sebabnya free float sering digunakan sebagai indikator penting untuk menilai seberapa likuid sebuah saham dan seberapa besar potensi fluktuasi harganya.
2. Kenapa free float penting bagi investor?
Memahami apa itu free float saham menjadi langkah awal yang sangat penting bagi investor dalam menilai kualitas dan karakter sebuah saham. Konsep ini tidak hanya berkaitan dengan jumlah saham yang beredar, tetapi juga berhubungan langsung dengan tingkat risiko dan kenyamanan bertransaksi. Karena itulah, free float sering digunakan sebagai salah satu indikator sebelum investor memutuskan untuk membeli atau menjual saham.
a. Menentukan likuiditas saham
Free float yang besar membuat saham lebih mudah diperjualbelikan karena jumlah saham yang tersedia di pasar relatif banyak. Investor dapat masuk dan keluar dari posisi investasi tanpa harus khawatir kekurangan lawan transaksi. Kondisi ini sangat penting bagi investor yang menginginkan fleksibilitas dan kecepatan dalam bertransaksi.
b. Mempengaruhi stabilitas harga saham
Saham dengan free float besar cenderung memiliki pergerakan harga yang lebih stabil karena kepemilikannya tersebar di banyak pihak. Tidak ada satu pihak yang bisa dengan mudah mengendalikan arah harga. Sebaliknya, saham dengan free float kecil lebih rentan mengalami lonjakan atau penurunan tajam.
c. Mengurangi risiko manipulasi harga
Free float yang rendah membuat saham lebih mudah dikendalikan oleh pihak tertentu yang memiliki kepemilikan besar. Dengan jumlah saham yang beredar terbatas, transaksi kecil pun bisa menggerakkan harga secara signifikan. Free float yang besar membantu mengurangi risiko terjadinya manipulasi seperti ini.
d. Menarik minat investor institusional
Investor institusional seperti dana pensiun dan manajer investasi umumnya lebih tertarik pada saham dengan free float besar. Saham semacam ini dinilai lebih likuid, transparan, dan aman untuk menempatkan dana dalam jumlah besar. Kehadiran investor institusional juga sering menjadi sinyal positif bagi pasar.
e. Membantu menyusun strategi investasi
Free float dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun strategi investasi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Investor dapat menyesuaikan profil risikonya berdasarkan besar kecilnya free float. Dengan begitu, keputusan investasi menjadi lebih terarah dan tidak spekulatif.
Pada akhirnya, free float membantu investor memahami karakter sebuah saham secara lebih menyeluruh. Indikator ini berkaitan langsung dengan risiko, likuiditas, dan potensi keuntungan. Semakin baik pemahaman investor terhadap free float, semakin matang pula keputusan investasinya.
3. Dampak free float pada pasar saham
Free float tidak hanya berdampak pada satu saham tertentu, tetapi juga memengaruhi dinamika pasar saham secara keseluruhan. Besarnya free float menentukan seberapa aktif dan sehat aktivitas perdagangan di bursa. Inilah alasan mengapa regulator dan pelaku pasar memberikan perhatian besar terhadap struktur free float.
a. Menciptakan pasar yang lebih likuid
Free float yang tinggi meningkatkan jumlah saham yang aktif diperdagangkan setiap hari. Transaksi menjadi lebih lancar karena pasokan saham tersedia di pasar. Likuiditas yang baik membuat mekanisme pasar bekerja lebih efisien.
b. Menekan volatilitas pasar secara keseluruhan
Pasar dengan banyak saham ber-free float besar cenderung lebih stabil karena kepemilikan saham tersebar luas. Fluktuasi harga ekstrem dapat ditekan. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi investor jangka panjang.
c. Menentukan bobot saham dalam indeks
Free float digunakan sebagai dasar penentuan bobot saham dalam indeks seperti LQ45 dan IDX30. Saham dengan free float besar memiliki pengaruh lebih besar terhadap pergerakan indeks. Perubahan harga saham tersebut dapat memengaruhi sentimen pasar secara luas.
d. Meningkatkan transparansi pembentukan harga
Harga saham dengan free float memadai terbentuk dari interaksi banyak pelaku pasar. Harga menjadi lebih mencerminkan kondisi fundamental dan sentimen investor. Transparansi ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan pasar.
e. Mendorong partisipasi investor publik
Free float besar membuka ruang lebih luas bagi investor ritel untuk berpartisipasi. Pasar menjadi lebih inklusif dan kompetitif. Dalam jangka panjang, struktur pasar modal menjadi lebih sehat dan berimbang.
Secara keseluruhan, free float merupakan fondasi penting bagi kesehatan pasar saham. Pasar dengan struktur free float yang baik cenderung lebih stabil dan transparan. Hal ini menciptakan iklim investasi yang lebih berkelanjutan.
4. Aturan free float yang diberlakukan di Bursa Efek Indonesia
Di Indonesia, ketentuan mengenai free float ditetapkan oleh BEI sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas perdagangan dan meningkatkan likuiditas pasar saham secara keseluruhan. Sejak 2021, setiap emiten diwajibkan memiliki free float minimal 7,5 persen dari total saham yang diterbitkan, sedangkan perusahaan dengan ekuitas di atas Rp200 miliar diwajibkan memiliki free float sedikit lebih besar, yakni minimal 10 persen.
Selain persentase kepemilikan tersebut, BEI juga mewajibkan jumlah pemegang saham publik minimal 300 pihak agar kepemilikan saham tidak terkonsentrasi pada segelintir investor saja. Jika emiten tidak mampu memenuhi ketentuan tersebut dalam jangka waktu maksimal 24 bulan, BEI berhak menjatuhkan sanksi administratif yang dapat berupa denda hingga pembatasan aktivitas perdagangan. Aturan ini dibuat untuk memastikan bahwa saham yang tercatat benar-benar dapat diperdagangkan secara wajar di pasar.
5. Formula dan cara menghitung free float saham
Untuk memahami apa itu free float saham secara lebih teknis, investor perlu mengetahui bagaimana cara menghitungnya dengan benar agar tidak salah membaca tingkat likuiditas sebuah emiten. Perhitungan free float bertujuan untuk menunjukkan berapa banyak saham yang benar-benar tersedia di pasar dan bisa diperjualbelikan oleh publik tanpa batasan kepemilikan atau aturan tertentu.
Rumus free float saham:
Free float = saham beredar − saham terbatas − saham pemegang pengendali
Rumus rasio free float:
Rasio free float = free float ÷ saham beredar
Keterangan:
Saham beredar adalah seluruh saham yang telah diterbitkan perusahaan dan dimiliki investor, sedangkan saham terbatas adalah saham yang untuk sementara tidak bisa diperdagangkan karena dimiliki oleh manajemen atau pihak tertentu dengan syarat khusus. Saham pemegang pengendali merupakan saham milik pihak yang memiliki kekuasaan besar dalam perusahaan sehingga biasanya tidak aktif diperdagangkan di pasar.
Contoh:
Jika sebuah perusahaan memiliki 1 miliar saham beredar, dengan 600 juta saham dimiliki pemegang pengendali dan 100 juta saham termasuk saham terbatas, maka free float yang benar-benar tersedia di pasar adalah 300 juta saham. Dengan membagi angka tersebut dengan total saham beredar, rasio free float perusahaan menjadi 30 persen.
Free float = 1.000.000.000 − 100.000.000 − 600.000.000
Free float = 300.000.000
Rasio free float = 300.000.000 ÷ 1.000.000.000
Rasio free float = 30 persen
Dengan mengetahui cara menghitung free float, investor bisa menilai seberapa likuid sebuah saham secara objektif dan membandingkannya dengan saham lain di sektor yang sama. Informasi ini sangat berguna untuk menyusun strategi investasi yang lebih terukur dan berbasis data.
6. Panduan praktis membaca free float sebelum membeli saham
Setelah memahami apa itu free float saham secara teori, langkah berikutnya adalah menerapkan konsep tersebut dalam analisis saham sehari-hari agar keputusan investasi tidak hanya berdasarkan tren atau rumor pasar. Free float dapat menjadi alat sederhana namun sangat berguna untuk menilai risiko dan potensi likuiditas suatu saham sebelum kamu benar-benar mengalokasikan dana.
a. Periksa rasio free float saham
Bandingkan rasio free float dengan total saham beredar untuk melihat seberapa besar porsi saham yang benar-benar tersedia di pasar. Rasio yang besar biasanya menandakan bahwa saham lebih mudah diperdagangkan. Kondisi ini memberikan fleksibilitas lebih tinggi bagi investor.
b. Waspadai saham dengan likuiditas rendah
Saham dengan free float kecil sering kali memiliki volume perdagangan yang tipis. Hal ini membuat selisih harga beli dan jual menjadi lebar. Akibatnya, investor bisa mengalami kerugian hanya karena sulit masuk atau keluar dari posisi.
c. Gunakan free float sebagai indikator risiko
Semakin kecil free float, semakin besar potensi volatilitas harga saham. Pergerakan harga bisa menjadi sangat tajam hanya karena transaksi dalam jumlah kecil. Investor perlu menyesuaikan strategi dan toleransi risikonya.
d. Cek bobot saham dalam indeks
Saham dengan free float besar biasanya memiliki bobot lebih tinggi dalam indeks utama seperti LQ45 atau IDX30. Perubahan harga saham tersebut bisa berdampak besar pada kinerja indeks dan produk investasi berbasis indeks. Informasi ini penting bagi investor yang memiliki ETF atau reksa dana indeks.
e. Kombinasikan dengan analisis lain
Free float sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar keputusan investasi. Investor tetap perlu mempertimbangkan kinerja keuangan, prospek bisnis, dan valuasi saham. Dengan pendekatan yang menyeluruh, keputusan investasi menjadi lebih akurat dan rasional.
Pada akhirnya, memahami free float secara praktis akan membantu investor membaca karakter sebuah saham dengan lebih realistis. Tips-tips ini bisa menjadi panduan awal sebelum kamu memutuskan untuk membeli atau menjual saham. Dengan begitu, risiko dapat dikelola dengan lebih baik dan peluang keuntungan bisa dimaksimalkan.
Free float saham merupakan indikator penting yang tidak boleh diabaikan investor dalam menganalisis pasar. Konsep ini mempengaruhi likuiditas, volatilitas, dan stabilitas harga saham. Dengan memahami apa itu free float saham, investor dapat mengambil keputusan investasi yang lebih rasional, aman, dan terukur.
OJK Siapkan Penyesuaian Batas Free Float, Target Rampung Tahun Ini OJK Bersiap Naikkan Free Float Saham Jadi 10 Persen





