Rupiah melemah menjadi Rp 16.884, pasar tunggu RDG BI dan risalah The Fed

H Anhar

Heyyoyo.com – Portal Teknologi, Review, Otomotif, Finansial – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali melanjutkan pelemahannya di tengah sentimen eksternal yang menguat. Tekanan datang seiring rebound dolar Amerika Serikat (AS) dan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang sejumlah agenda penting domestik maupun global.

Melansir Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot melemah pada penutupan perdagangan Rabu (18/2/2026). Rupiah ditutup melemah 0,28% di level Rp 16.884 per dolar AS.

Pergerakan rupiah di Jisdor BI sejalan dengan rupiah spot. Rupiah ditutup pada level Rp 16.884 per dolar AS pada Rabu (18/2/2026), melemah 0,24% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.844 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan kembali dolar AS yang merespons pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve.

Rupiah Melemah di Rp 16.884, Terlemah di Antara Mata Uang Asia Lainnya

Selain faktor eksternal, investor juga cenderung bersikap hati-hati menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dijadwalkan berlangsung Kamis (19/2). Pasar menilai arah kebijakan moneter domestik akan sangat menentukan pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

“Namun pada umumnya investor masih berhati-hati mengantisipasi RDG BI besok, secara pemerintah dan bank sentral memiliki target pertumbuhan ekonomi yang memerlukan pelonggaran moneter dan fiskal,” ujar Lukman kepada Kontan, Rabu (18/2/2026).

Dari eksternal, pelaku pasar juga menantikan risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dirilis Rabu malam waktu AS. Dokumen tersebut akan memberi petunjuk lanjutan terkait arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Dengan pertimbangan di atas, untuk perdagangan Kamis (19/2), Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam kisaran Rp 16.800 – Rp 16.950 per dolar AS.

Also Read

[addtoany]

Tags