Transaksi program belanja nasional tembus Rp 122,28 triliun

H Anhar

KEMENTERIAN Koordinator Perekonomian melaporkan realisasi transaksi dari tiga program belanja nasional yang digelar pada periode Desember 2025 dan Januari 2026 mencapai Rp Rp 122,28 triliun. Angka ini melampaui target yang dipatok sebelumnya yakni Rp 110 triliun.

Ketiga program yang digelar bekerja sama dengan pusat perbelanjaan yakni Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), Belanja di Indonesia Aja (BINA), dan EPIC Sale. Juru Bicara Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyatakan kesuksesan tiga agenda di penghujung 2025 itu jadi bukti ketahanan konsumsi rumah tangga domestik.

“Capaian yang melampaui target, menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat serta peran penting produk lokal dalam rantai pasok nasional,” ucap Haryo lewat keterangan resmi, Senin, 12 Januari 2026.

Program HARBOLNAS diselenggarakan pada 10-16 Desember 2025 dengan realisasi transaksi sebesar Rp 36,4 triliun. Sebesar Rp 16,6 triliun dari transaksi tersebut berasal dari penjualan produk lokal. Program ini berkolaborasi dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan melibatkan pelaku UMKM serta platform digital nasional.

Selanjutnya, Program BINA berkolaborasi bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Total realisasi transaksinya mencapai Rp 119,3 triliun sepanjang 2025.

Pemerintah juga menyelenggarakan program ritel nasional bersama Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo). Total realisasi transaksi dari program ini tahun lalu Rp 240,12 triliun. Sedangkan EPIC Sale Nataru 2025 yang diselenggarakan 1-31 Desember 2025 mencatat transaksi senilai Rp 54,88 triliun.

Pemerintah akan meneruskan program belanja nasional. Program ini dipercaya mampu menjaga daya beli dan memperluas akses pasar produk domestik termasuk UMKM.

Pilihan Editor: Bisakah Transaksi Harbolnas Mengerek Pertumbuhan Ekonomi

Also Read

[addtoany]

Tags