
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten di sektor farmasi, PT Soho Global Medika (SOHO) mengumumkan rencana penambahan sejumlah kegiatan usaha.
Melansir keterbukaan informasi Kamis (19/2/2026), SOHO berencana menambah kegiatan usaha dengan lima klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) yakni Perdagangan Eceran Obat Tradisional untuk Manusia (KBLI 47723), Perdagangan Eceran Melalui Media untuk Komoditi Makanan, Minuman, Tembakau, Kimia, Farmasi, Kosmetik dan Alat Laboratorium (KBLI 47911) dan Perdagangan Eceran Melalui Media untuk Barang Campuran (KBLI 47914).
Kemudian, penambahan usaha berupa Perdagangan Eceran Melalui Media untuk Berbagai Macam Barang Lainnya (KBLI 47919) dan Perdagangan Eceran Atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (KBLI 47920).
Ultrajaya (ULTJ) Bidik Kenaikan Penjualan Selama Momentum Ramadan-Lebaran 2026
Senior Executive Vice President SOHO Yuliana Tjhai mengatakan penambahan kegiatan usaha melalui penambahan KBLI ini diperkirakan tidak akan menimbulkan dampak keuangan yang material terhadap kondisi keuangan perusahaan secara konsolidasian.
“Hal ini karena kegiatan usaha yang ditambahkan pada dasarnya masih berada dalam lingkup usaha yang telah dijalankan secara konsolidasi oleh grup SOHO, khususnya terkait mekanisme penjualan kepada konsumen akhir yang sebelumnya dilakukan melalui pihak ketiga,” kata Yuliana, Kamis (19/2/2026).
Terkait hal itu, SOHO akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Februari 2026 mendatang.
Disamping itu, SOHO memproyeksikan kinerja pendapatan dengan penambahan kegiatan usaha akan mencapai Rp 11,4 triliun dan laba bersih mencapai Rp 739,18 miliar di tahun 2026.
Adapun dengan penambahan KBLI baru, SOHO tidak membentuk unit atau divisi baru secara terpisah, melainkan mengoptimalkan struktur organisasi serta sumber daya manusia yang telah tersedia.
Saat ini, SOHO telah memiliki tim internal yang menangani kegiatan penjualan melalui kanal e-commerce, yang selanjutnya juga akan mendukung kegiatan usaha sesuai dengan KBLI yang ditambahkan.
Secara keseluruhan, sekitar 12 karyawan akan dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan usaha tersebut. Penyesuaian dan penguatan alokasi tenaga kerja akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan operasional perusahaan.





