Rekomendasi saham Mirae Asset Sekuritas selain saham DEWA dan BRMS

H Anhar

Heyyoyo.com – Portal Teknologi, Review, Otomotif, Finansial  JAKARTA. Pada hari perdagangan kedua di tahun 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali naik. Hingga 10.53 WIB, IHSG naik 0,56% di level 8.796,47. 

Kenaikan IHSG di perdagangan pertama pekan lalu disertai arus masuk modal asing yang besar di pasar reguler sebesar Rp 1,1 triliun. Sebagian aliran dana asing tersebut masuk ke beberapa saham rekomendasi kami, yaitu PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dan PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS), masing-masing sebesar Rp 254 miliar dan Rp 252 miliar.

“Sejak kami memasukkan DEWA dan BRMS ke dalam daftar saham unggulan pada 4 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, kedua saham tersebut telah mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 63% dan 18%, jauh melampaui kenaikan IHSG pada periode yang sama yang hanya sebesar 1,6%,” kata Rully Arya Wisnubroto Analis Mirae Asset Sekuritas dalam riset 5 Januari 2026.

Harga Emas Melonjak pada Awal Pekan, Berikut Sentimen Pendorongnya

Adapun rekomendasi saham Mirae Asset Sekuritas yang lain adalah, EXCL dan JPFA. “Kedua saham tersebut juga secara signifikan mengungguli kinerja IHSG, dengan kenaikan masing-masing sebesar 34,5% dan 7% dalam periode yang sama,” ujar Rully. 

Sementara itu, hanya BRPT yang mencatatkan kinerja negatif sejak dipilih pada awal Desember, dengan penurunan sebesar 8,6%. “Kami melihat masih terdapat potensi pemulihan jangka pendek pada saham tersebut,” kata Rully.

Selain itu, Mirae Asset menambahkan RMKE ke dalam daftar rekomendasi kami karena kami melihat adanya potensi kenaikan lanjutan pada harga sahamnya.

Mayoritas pasar saham global juga ditutup menguat pada hari perdagangan pertama tahun 2026, termasuk indeks S&P 500 yang naik 0,2% ke level 6.858,5. Sebagian besar pasar saham Eropa turut menguat, dengan indeks DAX Jerman dan FTSE Inggris masing-masing naik 0,2%.

Namun, perkembangan geopolitik selama akhir pekan lalu, khususnya serangan Amerika Serikat ke Venezuela serta penangkapan Presiden Nicolas Maduro, berpotensi memicu sentimen risk-off sementara pada awal perdagangan pekan ini. Kondisi tersebut dapat mendorong kenaikan harga minyak, emas, dan dolar AS. “Meski demikian, kami menilai sentimen ini bersifat sementara,” kata Rully. 

Terdapat potensi tekanan lanjutan terhadap nilai tukar rupiah, yang menurut pandangan Mirae Asset Sekuritas akan mendorong Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur pertama tahun 2026 yang akan diselenggarakan pada 20–21 Januari. Dampak langsung dari ketegangan geopolitik tersebut terhadap Indonesia relatif terbatas, mengingat porsi ekspor Indonesia ke Venezuela tergolong kecil.

Data terbaru menunjukkan bahwa ekspor Indonesia ke Venezuela selama 10 bulan pertama tahun 2025 (10M25) mencapai US$ 68,7 juta, atau hanya sekitar 0,03% dari total ekspor Indonesia pada periode tersebut. Komoditas ekspor Indonesia ke Venezuela meliputi tekstil, produk kapas, karet alam, produk kayu, peralatan listrik, alas kaki, dan perlengkapan olahraga. Sementara itu, Indonesia mengimpor plastik serta beberapa jenis bahan kimia tertentu dari Venezuela.

Also Read

[addtoany]

Tags