
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) dinilai masih memiliki prospek fundamental yang konstruktif, meski sahamnya mengalami koreksi dalam sebulan terakhir.
Sejumlah transaksi afiliasi yang dilakukan perseroan justru dipandang dapat memperkuat struktur keuangan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menjelaskan, salah satu aksi afiliasi yang dilakukan PRAY adalah konversi piutang kepada PT Fortuna Medika Jakarta (FMJ) senilai Rp 2,35 miliar menjadi saham.
Lewat aksi tersebut, kepemilikan PRAY di FMJ meningkat menjadi 99,99%.
Harga Batubara Terjegal, Simak Rekomendasi Saham Adaro Andalan Indonesia (AADI)
“Konversi utang ini memperkuat struktur permodalan anak usaha dengan menurunkan liabilitas FMJ sekaligus meningkatkan kualitas neraca konsolidasi PRAY,” ujar Abida kepada Kontan, Selasa (6/1/2026).
Selain itu, langkah ini juga meningkatkan fleksibilitas pendanaan FMJ dan memperkuat kontrol operasional PRAY atas aset strategis di lini layanan kesehatan.
Dari sisi fundamental, Abida menilai, prospek usaha PRAY tetap positif pasca transaksi afiliasi. PRAY menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 15%-20% pada 2026, yang ditopang oleh belanja modal agresif untuk ekspansi rumah sakit dan peningkatan layanan.
“Meski PRAY masih berada dalam fase investasi, perbaikan laba operasional menunjukkan adanya peningkatan efisiensi,” katanya. Konsolidasi kepemilikan FMJ juga diharapkan dapat mempercepat realisasi sinergi, memperbaiki margin, serta mendukung penciptaan nilai jangka panjang.
Sementara itu, terkait pergerakan saham, Abida menilai koreksi harga saham PRAY dalam satu bulan terakhir lebih bersifat teknikal dan tidak mencerminkan perubahan fundamental perseroan. Pada penutupan perdagangan terakhir, saham PRAY turun 1,13% ke level Rp875 per saham.
“Koreksi ini terjadi di tengah tren pertumbuhan jangka panjang yang masih solid,” ujarnya. Dengan valuasi yang telah terkoreksi dan prospek operasional yang tetap positif, level harga saham PRAY saat ini dinilai menarik sebagai titik akumulasi bagi investor jangka menengah hingga panjang.
PRAY Chart by TradingView
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko yang melekat, terutama terkait kebutuhan belanja modal yang besar dan periode investasi yang masih berjalan.





