Airlangga sebut tarif ekspor RI ke AS kini jadi 15 persen

H Anhar

MENTERI Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan tarif atas ekspor produk-produk Indonesia ke Amerika Serikat kini turun jadi 15 Persen. Sebelumnya, perjanjian dagang Indonesia-AS telah menyepakati penurunan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen.

Angka baru itu mengacu pada tarif yang diumumkan Presiden Donald Trump, setelah keputusan Mahkamah Agung AS membatalkan tarif resiprokal. “Tarif global kan 15 persen, maka yang berlaku adalah global tarif yang 15 persen,” kata Airlangga di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jumat, 27 Februari 2026.

Meski demikian Airlangga menjelaskan sederet perjanjian antara Indonesia dan AS dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) tetap berjalan atau tak dibatalkan. Perjanjian ini bakal sah setelah 90 hari dari tanggal penandatanganan atau setelah ada proses ratifikasi alias pengesahan formal.

Mengenai tarif 19 persen yang sebelumnya sudah dipatok AS, Airlangga menyebut kemungkinan bakal turun. “Dapat diskon jadi 15 persen,” ucapnya.

Ia juga menjamin tarif nol persen terhadap beberapa komoditas ekspor asal Indonesia masih akan sesuai dengan kesepakatan awal. Sedangkan besaran bea impor AS untuk produk lokal RI lainnya masih akan dibahas.

Pada 20 Februari lalu Mahkamah Agung AS menetapkan bahwa kebijakan tarif resiprokal yang menggunakan Undang-undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional alias International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) ilegal. Pengumuman penurunan tarif menjadi 10 persen hanya berselang sehari dari penandatanganan perjanjian perdagangan resiprokal alias ART antara Presiden Prabowo Subianto dan Trump.

Selang beberapa jam setelah putusan dikeluarkan, kepala negara AS itu mengumumkan pengenaan tarif 10 persen bagi semua negara. Di hari berikutnya Trump mengatakan akan menaikkan tarif sementara dari 10 persen menjadi 15 persen.

Pilihan Editor: Bayangan PHK Industri Otomotif Setelah Impor Mobil India

Also Read

[addtoany]

Tags