IHSG diproyeksikan konsolidasi pada perdagangan perdana di 2026, Jumat (2/1)

H Anhar

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada perdagangan terakhir tahun 2025, Selasa (30/12/2025). IHSG naik 0,031% atau bertambah 2,68 poin ke level 8.646,94.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai secara teknikal IHSG masih berada dalam fase konsolidasi. Hal ini tercermin dari indikator RSI yang masih menunjukkan sinyal negatif, seiring terjadinya penurunan volume transaksi.

“Namun, indikator stochastics K-D mulai mengarah ke sinyal positif, sehingga membuka peluang pergerakan yang lebih stabil dalam jangka pendek,” ujar Nafan kepada Kontan, Kamis (1/1/2026).

Harga Emas Spot Melonjak 64% di Sepanjang Tahun 2025

Untuk perdagangan Jumat (2/1/2026), IHSG diproyeksikan bergerak konsolidatif dengan level support di 8.506 dan 8.448. Sementara itu, area resistance berada di kisaran 8.600 dan 8.666.

Menurut Nafan, pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global dan domestik yang berpotensi mempengaruhi arah pergerakan IHSG ke depan. Di antaranya perkembangan kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump, prospek kebijakan moneter The Federal Reserve dan Bank Indonesia, data global serta Indonesia manufacturing PMI, dinamika geopolitik, hingga perkembangan teknologi yang mempengaruhi sentimen pasar.

Dengan masih kuatnya faktor eksternal tersebut, Nafan menilai potensi January Effect pada awal 2026 akan sangat bergantung pada dinamika ekonomi makro global dan domestik.

“Strategi yang dapat diterapkan investor adalah mengakumulasi saham-saham pilihan dengan prospek solid, merealisasikan profit jika diperlukan, serta tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin,” ujar Nafan.

Also Read

[addtoany]

Tags