Sejumlah emiten ini gencar lakukan ekspansi, cek prospek dan rekomendasi sahamnya

H Anhar

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat gencar melakukan ekspansi demi menggenjot kinerja.

Setidaknya , dari catatan KONTAN, ada sembilan emiten yang mengumumkan langkah ekspansi bisnis.

Emiten tersebut adalah PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), PT Akasha Wira International Tbk (ADES), PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI), dan PT Indah Prakarsa Sentosa Tbk (INPS), 

Kemudian, ada  PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) , PT Benteng Api Technic Tbk (BATR) dan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS)

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama mengatakan, secara teoritis, ekspansi merupakan katalis positif karena menunjukkan optimisme manajemen terhadap pertumbuhan masa depan.

Simak Rekomendasi Saham Emiten Teknologi di Tengah Kinerja Beragam di Kuartal I-2026

Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, dampaknya akan sangat bergantung pada efisiensi eksekusi dan struktur pendanaan.

Jika ekspansi didanai melalui utang (leverage) yang tinggi di tengah tren suku bunga saat ini, investor perlu mencermati apakah Return on Investment (ROI) dari bisnis baru tersebut mampu menutupi biaya bunga.

Sementara, dari sisi harga saham, pasar biasanya akan melakukan price-in di awal dengan sentimen positif. 

“Namun, harga akan terkoreksi jika realisasi pendapatan dari ekspansi tersebut meleset dari target atau memakan waktu terlalu lama untuk mencapai break-even point,” kata Elandry kepada Kontan, Rabu (13/5/2026).

Elandry berpendapat bahwa investor sebaiknya bersikap selektif dan tidak terjebak euforia. Investor perlu mencermati prospek sektor, apakah ekspansi dilakukan pada lini bisnis utama atau diversifikasi ke sektor baru.

Ekspansi pada core business umumnya memiliki risiko kegagalan yang lebih rendah.

Lirik Rekomendasi Saham Chandra Asri (TPIA), Kinerja Ciamik di Kuartal I-2026

Lalu, pantau arus kas. Investor perlu memantau arus kas operasional yang kuat untuk mendukung ekspansi tersebut tanpa mengganggu pembagian dividen atau stabilitas keuangan.

Selanjutnya investor juga perlu memerhatikan waktu kegiatan usaha. Pasalnya, ekspansi membutuhkan waktu untuk berkontribusi pada laba bersih.

“Investor harus memiliki cakrawala investasi jangka panjang antara 1–3 tahun untuk merasakan dampaknya pada fundamental,” tambah Nafan.

Dari daftar tersebut, Elandry menilai ada beberapa emiten yang menarik untuk diperhatikan.

Pertama, ASSA. Perusahaan ini fokus ekspansi pada logistik dan ekosistem kendaraan listri atau bekas sangat relevan dengan pemulihan konsumsi domestik. Model bisnis ASSA yang terdiversifikasi memberikan bantalan risiko yang baik.

Cek Rekomendasi Saham Pilihan dari MNC Sekuritas di Perdagangan Hari Ini (11/5)

Kedua, ADES. Emiten konsumer, khususnya air minum dalam kemasan dan kosmetik, memiliki pricing power yang kuat di tengah inflasi. Ekspansi kapasitas produksi biasanya langsung berkorelasi dengan peningkatan volume penjualan.

Ketiga, KKGI memiliki langkah diversifikasi atau ekspansi di sektor energi/komoditas tetap menarik selama harga komoditas global masih memberikan margin yang sehat.

Senior Market Analyst Nafan Aji Gusta menyampaikan penambahan kegiatan usaha oleh emiten pada dasarnya memberikan prospek positif bagi kinerja jangka panjang perusahaan.

Namun, keberhasilan ekspansi tersebut tetap bergantung pada kemampuan manajemen dalam merealisasikan rencana bisnis secara efektif dan tepat sasaran.

Intip Rekomendasi Saham ASII, EMTK, MBMA, MEDC dan PGAS untuk Hari Ini (11/5)

Nafan menilai, apabila ekspansi usaha mampu menghasilkan marjin yang lebih tinggi, maka kondisi tersebut berpotensi mendorong peningkatan profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.

Seiring dengan membaiknya kinerja fundamental, harga saham emiten juga diharapkan dapat mengalami apresiasi.

“Kalau dari ekspansi usaha ini ternyata memiliki marjin tinggi, maka akan meningkatkan profitabilitas perusahaan secara keseluruhan, yang nantinya semoga harga sahamnya akan mengikuti atau terapresiasi. Tapi investor juga perlu memperhatikan capex dari rencana ekspansi emiten,” ucap Nafan.

Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas Hari Ini (7/5)

Rekomendasi Saham

Elandry merekomendasikan speculative buy  ASSA dengan target harga jangka menengah di area Rp 850 – Rp 900, perhatikan level support kuat di Rp 720.

  ASSA Chart by TradingView  

Saham ADES direkomendasikan maintain buy untuk jangka panjang seiring perbaikan margin. Target harga potensial di Rp 24.000 – Rp 25.000, selanjutnya hold KKGI dengan memperhatikan pergerakan harga komoditas. Target harga di kisaran R 400 – Rp 450.

Mengingat kondisi indeks yang saat ini cukup volatil dipengaruhi sentimen rebalancing indeks global, investor disarankan untuk tetap menggunakan strategi Entry secara bertahap.

Also Read

[addtoany]

Tags