
PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM (bahan bakar minyak) stabil atau tidak ada perubahan. Pertamina akan fokus pada penguatan distribusi energi agar pasokan tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyatakan perusahaan tidak hanya menjalankan kebijakan harga, tapi juga memperkuat strategi distribusi agar ketersediaan BBM tetap aman di lapangan. “Kami senantiasa melaksanakan kebijakan Pemerintah, termasuk dalam penetapan harga BBM, serta melakukan langkah strategis seperti negosiasi dengan supplier dan optimalisasi distribusi,” kata Roberth, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 2 April 2026.
Dia mengatakan stabilitas pasokan menjadi prioritas utama di tengah dinamika informasi yang beredar di masyarakat, termasuk isu kenaikan harga yang sempat memicu lonjakan konsumsi di sejumlah daerah
Pertamina Patra Niaga juga mengantisipasi dampak psikologis pasar dengan memastikan distribusi berjalan optimal, sehingga tidak terjadi kekosongan pasokan akibat lonjakan pembelian dalam waktu singkat.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan antrean di sejumlah SPBU sebelumnya dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap isu kenaikan harga BBM. “Memang terdapat kekhawatiran dari masyarakat sejak beredarnya isu kenaikan harga BBM, khususnya BBM subsidi, yang berdampak pada antrean. Namun, Pemerintah telah menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM,” kata Edi.
Dia menambahkan Pertamina sebagai operator akan mengikuti regulasi pemerintah sekaligus menjaga keandalan layanan distribusi energi bagi masyarakat. “Kami juga mengimbau masyarakat menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh informasi yang dapat memicu panic buying,” ujarnya.
Pertamina menilai peran masyarakat dalam menjaga pola konsumsi yang wajar menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran distribusi, sehingga ketahanan energi nasional tetap terjaga dan mampu menopang aktivitas ekonomi.
Pilihan Editor: Sejauh Mana Efektivitas Pembatasan BBM Bersubsidi





