Harga emas dunia diprediksi naik imbas serangan ke Iran

H Anhar

DIREKTUR PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas dunia akan naik tajam ke level sekitar US$ 5.440 per troy ounce pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026. Pada Jumat, 27 Februari 2026, harga emas dunia ditutup di leel US$ 5.278 per troy ounce.

Ibrahim mengatakan kenaikan harga tersebut merupakan imbas dari eskalasi konflik usai serangan Israel-Amerika Serikat ke Iran. Ia berpendapat perang di Timur Tengah kemungkinan akan terus meletup secara jangka pendek dan jangka menengah. “Sehingga ini akan berdampak positif terhadap harga emas dunia,” kata Ibrahim dalam keterangannya pada Ahad, 1 Maret 2026.

Menurut Ibrahim, harga emas dunia kemungkinan akan menembus US$ 5.500 pada pekan depan. Kenaikan tersebut juga akan berdampak pada harga logam mulia. Ibrahim mengatakan harga logam mulia bisa naik hingga ke level Rp 3,3 juta hingga Rp 3,4 juta per gram. Namun di sisi lain, ia juga memprediksi rupiah akan melemah imbas konflik tersebut.

Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Merespons serangan tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyerukan agar semua pihak yang terlibat menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi.

Kementerian Luar Negeri juga mengatakan bahwa Indonesia mengajukan diri untuk menjadi fasilitator dialog. “Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran guna melakukan mediasi,” demikian tertulis dalam pernyataan kementerian, Sabtu, 28 Februari 2026.

Pilihan Editor: Gejolak Harga Minyak Terancam Perang Amerika-Iran

Also Read

[addtoany]

Tags