
Heyyoyo.com – Portal Teknologi, Review, Otomotif, Finansial JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan bahwa salah satu pemegang sahamnya yaitu UBS AG, London, kembali menjual kepemilikan sahamnya di emiten pertambangan batubara milik Grup Bakrie tersebut.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), UBS AG melakukan transaksi penjualan saham BUMI sebanyak 289.629.900 saham pada 6 Januari 2026. Transaksi ini dilakukan di harga Rp 462 per saham, sehingga UBS AG memperoleh dana segar hasil penjualan saham sebanyak Rp 133.809.013.800.
“UBS menjual saham untuk lindung nilai terhadap aktivitas perdagangan derivatif,” tulis UBS AG dalam keterbukaan informasi, Jumat (9/1/2025).
Cermati Rekomendasi Saham di Pekan Depan, IHSG Berpeluang Volatile
Dengan adanya transaksi tersebut, jumlah saham BUMI yang dimiliki UBS AG berkurang dari 22.425.165.266 saham (6,04%) menjadi 22.135.535.366 saham (5,96%).
Dalam keterbukaan informasi yang terpisah, UBS AG sempat melakukan transaksi pembelian sekaligus penjualan saham BUMI pada 5 Januari 2026.
Kala itu, UBS AG menjual 34.124.900 saham BUMI dengan harga transaksi di level Rp 453 per saham, sehingga mereka memperoleh dana sebesar Rp 15.458.579.700 saham. Transaksi ini terjadi lantaran klien menjual saham melalui akun UBS Omnibus.
Pada tanggal yang sama, UBS AG membeli 219.536.905 saham BUMI dengan harga di level Rp 453 per saham, sehingga dana yang dikeluarkan UBS AG untuk transaksi tersebut mencapai Rp 99.450.217.965. Dalam hal ini, UBS membeli saham untuk lindung nilai terhadap aktivitas perdagangan derivatif.
BUMI Chart by TradingView
Melalui transaksi ini, jumlah saham BUMI yang dimiliki UBS AG sempat bertambah dari 22.239.75.261 saham (5,99%) menjadi 22.425.165.266 saham (6,04%), sebelum akhirnya kembali berkurang ketika transaksi penjualan tanggal 6 Januari 2026 terjadi.





