Bank Indonesia melonggarkan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) untuk mendorong penyaluran kredit, meski pertumbuhan kredit tetap bergantung pada kondisi ekonomi.
Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi RI tumbuh 4,6%-5,4% pada 2025, didorong investasi, ekspor, belanja pemerintah, dan kebijakan moneter yang pro-pertumbuhan.