
KEPALA Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rommy Sariu Tamawiwy menyatakan ada potensi besar ekonomi syariah untuk dikembangkan di daerah Bangka Belitung. Sayangnya, hal tersebut masih terkendala dengan banyaknya pelaku usaha yang belum memiliki sertifikasi halal.
“Ini menjadi salah satu concern kita. Karena mandatori halal akan diberlakukan pada Oktober 2026 mendatang. Tetap kita kampanyekan, meski bukan menjadi bagian tugas utama kita,” ujar Rommy kepada wartawan, Senin, 6 April 2026. Saat ini sudah 300 orang difasilitasi BI untuk mendapatkan sertifikasi Juru Sembelih Halal atau Juleha dan mendorong wakaf digital.
Rommy menjelaskan, dorongan penguatan sertifikasi halal juga dilakukan pihaknya dengan memfasilitasi penandatanganan kesepakatan atau MoU laboratorium halal antara Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Abdurrahman Siddiq Bangka Belitung dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Jati Bandung.
“Selain itu, dari sisi akademisi kita juga memberikan support terhadap kemandirian pondok pesantren. Selain pusatnya ilmu agama, pondok pesantren juga harus maju menjadi pionir dari ekonomi bisnis dan keuangan syariah,” kata Rommy.
Dalam kesempatan itu, ia menyatakan BI terus mendorong peningkatan literasi dan potensi ekonomi keuangan syariah di daerah. Salah satunya dengan menggelar Forum Bangka Belitung Ekonomi dan Keuangan Syariah (Bekisah) 2026.
Forum Bekisah 2026 ini, menurut Rommy, akan fokus pada penguatan sertifikasi halal dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Ajang ini tidak hanya untuk promosi produk halal saja. Namun kita berupaya meningkatkan literasi masyarakat terkait dengan apa dan bagaimana ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.”
Forum Bekisah 2026 dijadwalkan akan digelar di Masjid Qubah Timah Kota Pangkalpinang pada 24 April sampai 26 April 2026 mendatang. Dia mengajak masyarakat dan seluruh pelaku usaha untuk hadir mengikuti kegiatan tersebut.
“Yang penting di kegiatan ini adalah banyak literasi ekonomi dan keuangan syariah yang akan didapatkan. Suatu usaha jika diiringi dengan literasi, maka itu menjadi kuat sekali,” tutur Rommy. “Konsep literasi kita berikan melalui berbagai perlombaan mulai dari anak-anak hingga dewasa.”
Pilihan Editor: Pengawasan Label Halal Setelah Heboh Ayam Goreng Widuran





