
Heyyoyo.com – Portal Teknologi, Review, Otomotif, Finansial JAKARTA. Emiten produsen dan kontraktor pertambangan batubara, PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) membukukan kinerja keuangan yang kurang memuaskan sepanjang 2025.
Mengacu keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan MBAP menyusut 21,34% year on year (yoy) menjadi US$ 164,87 juta pada 2025. Pada tahun sebelumnya, emiten ini meraih pendapatan US$ 217,91 juta.
Mayoritas pendapatan MBAP pada 2025 berasal dari segmen batubara sebesar US$ 136,08 juta. Setelah itu diikuti oleh pendapatan jasa pertambangan sebesar US$ 34,76 juta dan agrikultur sebesar US$ 3,34 juta. Total pendapatan tersebut kemudian dikurangi oleh eliminasi sebesar US$ 9,30 juta.
IHSG Menguat, Tapi Belum Bullish: Ini Proyeksi dan Rekomendasi Analis
Bersamaan dengan itu, beban pokok pendapatan MBAP berkurang 3,40% yoy menjadi US$ 146,89 juta pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$ 170,70 juta.
Hasil ini membuat laba bruto MBAP tercatat sebesar US$ 17,98 juta pada akhir 2025 atau terkoreksi 61,91% yoy dibandingkan laba bruto perusahaan pada 2024 yakni US$ 47,21 juta.
Beban penjualan MBAP terkikis 36,19% yoy menjadi US$ 13,19 juta pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya yaitu US$ 20,67 juta. Beban umum dan administrasi MBAP juga turun 10,52% yoy menjadi US$ 11,23 juta pada 2025, dari periode sebelumnya yakni US$ 12,55 juta.
MBAP turut mengalami rugi selisih kurs neto sebesar US$ 367.602 pada 2025, berbanding terbalik dari tahun sebelumnya di mana emiten tersebut meraih laba selisih kurs neto sebesar US$ 1,28 juta.
MBAP Chart by TradingView
Hingga akhir 2025, MBAP mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 1,55 juta. Angka ini merosot 91,88% yoy dibandingkan laba bersih perusahaan pada tahun 2024 sebesar US$ 19,10 juta.
Total aset yang dimiliki MBAP hingga akhir 2025 berjumlah US$ 252,18 juta. Angka ini terdiri dari liabilitas sebesar US$ 67,98 juta dan ekuitas sebesar US$ 184,20 juta.





