
Direktur Utama PT Railink Porwanto Handry Nugroho mengatakan, sepanjang 2025, pihaknya telah menyelesaikan 50 proyek industri perkeretaapian dalam negeri. Pekerjaan itu meliputi overhead crane, pengadaan suku cadang, penggantian kain kursi KRL, pemasangan mesin press roda dan lainnya.
“Pengembangan bisnis MOSS merupakan komitmen kami untuk tidak hanya menjadi operator, tetapi juga mitra strategis dalam pengembangan industri perkeretaapian nasional,” kata Porwanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 16 April 2026. Dia mengatakan pihaknya ingin menghadirkan solusi end-to-end yang andal, efisien dan berstandar tinggi.
Sebagai operator kereta api bandara di Kota Medan dan Yogyakarta, PT Railink punya dua core bisnis utama, yakni layanan angkutan penumpang dan Maintenance, Operations, Spare Parts and Services (MOSS). PT Railink melihat pengembangan bisnis tidak hanya meningkatkan nilai tambah perusahaan, juga mendukung kebutuhan industri yang semakin kompleks dan dinamis.
PT Railink, Porwanto melanjutkan, akan fokus pada penyediaan layanan perawatan sarana kereta api berbasis standar keselamatan dan keandalan tinggi, penyediaan dan pengelolaan rantai pasok suku cadang yang efisien dan berkualitas, pengembangan layanan tambahan untuk meningkatkan performa dan pengalaman pengguna jasa kereta api. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong kemandirian industri transportasi nasional serta peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Dengan memperkuat kapabilitas di sektor pendukung, kami berkontribusi mengurangi ketergantungan terhadap pihak eksternal sekaligus meningkatkan daya saing industri perkeretaapian Indonesia di tingkat global,” ucapnya.
Pilihan Editor: Bisakah SPBU Swasta Menyerap Solar Pertamina





