
Heyyoyo.com – Portal Teknologi, Review, Otomotif, Finansial JAKARTA. Sejak awal Maret 2026 hingga hari ini Rabu (11/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berada di bawah level 8.000. Rabu (11/3) pukul 11.31 WIB, IHSG nongkrong di 7.447.
Sejak Juli tahun lalu Kontan sudah mengingatkan, tanpa emiten konglomerasi emiten, IHSG sejatinya cuma berada di bawah 7.000.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, pergerakan pasar saham dalam beberapa waktu terakhir mencerminkan proses penyesuaian harga terhadap berbagai perkembangan global. Termasuk dinamika geopolitik dan kondisi ekonomi dunia.
Menurut OJK, tidak ada kepanikan berlebihan dari para pelaku pasar meski ada eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Meski demikian, OJK mencermati perkembangan pasar secara ketat untuk menentukan perlunya penerapan kebijakan tambahan guna menjaga stabilitas pasar.
Dibuka Menguat, IHSG Diprediksi Rebound pada Hari Ini (10/3)
OJK saat ini masih menerapkan sejumlah instrumen kebijakan stabilisasi pasar yang dijalankan guna merespons dinamika kebijakan perdagangan global saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif resiprokal perdagangan dan merespons dampak pandemi Covid-19.
Kebijakan itu mencakup izin bagi emiten untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) tanpa melalui persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS), larangan praktik short selling, serta penerapan mekanisme auto rejection asimetris.
OJK menyampaikan, hingga saat ini pasar masih cukup mampu menyerap tekanan eksternal tanpa memerlukan pengetatan kebijakan tambahan seperti pembatasan penurunan harga saham yang lebih ketat.
“Tapi apakah sudah waktunya memperketat lagi atau memberikan kebijakan tambahan? Kami tentu akan mencermati dan butuh waktu,” kata Anggota Dewan Komisioner OJK pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, Rabu (10/3).
Berdasarkan catatan OJK, rata-rata nilai transaksi harian sempat mendekati angka Rp30 triliun per 6 Maret 2026, atau naik 65,31 persen secara tahun berjalan alias year to date (ytd).
“Sekalipun adanya respons dan volatilitas pasar, angka rata-rata nilai transaksi harian masih berada di level yang tinggi,” ujar Hasan.





