KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pasar modal Indonesia kembali disorot setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan suspensi perdagangan saham lima emiten. Keputusan ini, berlaku efektif mulai Jumat (29/8), menyasar saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Link Net Tbk (LINK), PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM), dan PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK).
Langkah tegas BEI ini diambil sebagai respons atas peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada kelima saham tersebut. Volatilitas pasar yang tinggi mendorong regulator untuk sementara waktu menghentikan aktivitas perdagangan guna menjaga stabilitas dan kewajaran transaksi.
Mengacu pada data RTI, saham JARR menunjukkan lonjakan impresif. Sebelum suspensi perdagangan diterapkan, harga sahamnya ditutup pada level Rp 1.665 per saham, melonjak 24,72% hanya dalam satu hari perdagangan. Kenaikan jangka panjangnya pun tak kalah mencengangkan, dengan apresiasi harga mencapai 125% dalam sebulan terakhir.
Tak hanya JARR, saham LINK juga menjadi perhatian dengan penguatan signifikan. Tercatat menguat 9,28%, saham PT Link Net Tbk ini parkir di angka Rp 3.770 per saham sebelum dihentikan. Dalam periode satu bulan, harga saham LINK telah meroket hingga 110,03%.
Sementara itu, PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) menutup perdagangan terakhirnya dengan harga Rp 310 per saham, setelah membukukan kenaikan 9,93%. Performa jangka pendek ini merupakan bagian dari akumulasi penguatan fenomenal sebesar 154% yang dicapai saham NINE dalam satu bulan terakhir.
Saham PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) juga tidak luput dari perhatian BEI. Dengan kenaikan harian sebesar 9,3%, harga saham SMKM mencapai Rp 141 per saham sebelum disuspensi. Apresiasi harga secara bulanan menunjukkan lonjakan substansial sebesar 88%.
Terakhir, saham PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) juga menghadapi nasib serupa. Sebelum penghentian perdagangan, saham ini berada di level Rp 192 per saham setelah menguat 6,67%. Dalam rentang waktu sebulan, STRK telah membukukan kenaikan harga sebesar 60%.
Dengan adanya lonjakan harga yang signifikan dan berpotensi memicu volatilitas berlebihan, BEI menegaskan bahwa suspensi saham ini merupakan langkah preventif. Tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan bagi investor dan memastikan terciptanya perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien di pasar modal.
Mengakhiri pengumumannya pada Jumat (29/8), Bursa Efek Indonesia turut mengimbau kepada seluruh pihak berkepentingan, khususnya para investor, agar senantiasa mencermati setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing perseroan. Hal ini penting untuk pengambilan keputusan investasi yang bijak di tengah dinamika pasar.
Ringkasan
Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menangguhkan perdagangan saham lima emiten, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Link Net Tbk (LINK), PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM), dan PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK), mulai Jumat (29/8). Keputusan ini diambil sebagai respons atas peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada kelima saham tersebut, yang memicu volatilitas pasar tinggi. Suspensi tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas dan kewajaran transaksi di pasar modal.
Kelima saham ini menunjukkan lonjakan harga yang impresif, dengan apresiasi bulanan mencapai antara 60% hingga 154%, seperti saham JARR yang naik 125% dan NINE 154%. BEI menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindakan preventif untuk melindungi investor serta memastikan terciptanya perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien. BEI juga mengimbau seluruh investor untuk senantiasa mencermati keterbukaan informasi dari masing-masing perseroan.