BEI dan KSEI rilis data kepemilikan saham di atas 1%, ini tujuannya

H Anhar

Heyyoyo.com – Portal Teknologi, Review, Otomotif, Finansial – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi merilis informasi kepemilikan saham emiten di atas 1% kepada publik.

Langkah ini sejalan dengan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/KDK.04/2026 yang menetapkan KSEI dan BEI sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada publik.

Cek Prospek TPIA Usai Danantara & INA Jadi Investor Strategis di Proyek CA-EDC

Sesuai ketentuan tersebut, informasi kepemilikan saham di atas 1% akan disediakan oleh KSEI dan dipublikasikan setiap bulan melalui situs resmi BEI.

Sebelumnya, pengumuman pemegang saham yang tersedia untuk publik adalah di atas 5%.

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, penyajian informasi ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas keterbukaan struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat.

“Penyajian informasi ini dilakukan secara terstruktur guna memberikan gambaran yang lebih transparan mengenai struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat kepada investor dan pemangku kepentingan,” ujarnya Selasa (3/3/2026).

OJK Targetkan 75% Emiten BEI Penuhi Free Float Minimum 15% pada Tahun Pertama

Langkah tersebut menjadi bagian dari reformasi berkelanjutan untuk memperkuat transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia, sekaligus mendukung perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien.

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menambahkan bahwa rilis shareholders concentration list ini merupakan poin keempat dari proposal yang diajukan BEI dan KSEI kepada MSCI.

Sebelumnya, BEI-KSEI telah membuka data pemegang saham di atas 1%, menyediakan data tipe investor yang lebih granular, serta mengusulkan kenaikan batas minimal free float dari 7,5% menjadi 15%.

Kini, daftar pemegang saham di atas 1% sudah dapat diakses publik melalui website IDX.

“Data tersebut disediakan oleh KSEI dan dipublikasikan melalui website IDX,” kata Jeffrey di Gedung BEI.

Terkait kenaikan free float menjadi 15%, BEI telah menyelesaikan proses internal setelah melalui public hearing hingga 19 Februari 2026.

Draft peraturan juga telah disampaikan kepada OJK untuk mendapatkan persetujuan.

Pemegang Saham Berubah, Ada Transaksi Jumbo di Saham Prime Agri (SGRO) Rp 4,7 Triliun

“Sampai saat ini timeline masih sesuai dengan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menjelaskan bahwa keputusan OJK juga mengatur format penyajian data, termasuk penggabungan kepemilikan saham dalam bentuk script dan scriptless.

Saat ini KSEI mengelola data scriptless, sedangkan data script disuplai oleh Biro Administrasi Efek (BAE).

“Kalau sebelumnya pengumuman di atas 5%, sekarang menjadi pemegang saham di atas 1%,” katanya.

Adapun terkait granularity tipe investor, KSEI telah memperbarui 97% data untuk kategori corporate and others serta 93% dari total investor institusi.

Data tersebut ditargetkan tersedia per akhir Maret 2026 dan dipublikasikan pada awal April 2026.

Dengan keterbukaan struktur kepemilikan yang lebih detail, BEI dan KSEI berharap investor memperoleh referensi yang lebih akurat dalam pengambilan keputusan investasi, sekaligus meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata global.

Also Read

[addtoany]

Tags