Saham valuasi murah ini jadi incaran investor, cek pilihan sahamnya dari IDX Value30

H Anhar

Heyyoyo.com – Portal Teknologi, Review, Otomotif, Finansial JAKARTA. Saham-saham dengan valuasi murah dengan likuiditas besar yang tergabung dalam indeks IDX Value30 tengah laris manis di tengah fluktuasi dan gejolak pasar modal Tanah Air. 

Ini tercermin dari pergerakan indeks IDX Value30 yang unggul dibanding Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Per Kamis (29/2), indeks IDX Value30 menguat 3,26% sepanjang 2026 berjalan ini. 

Sedangkan, IHSG masih merah dengan turun 4,31% sepanjang tahun berjalan ini. Bahkan, kinerja indeks IDX Value30 mampu melampaui indeks unggulan di Bursa Efek Indonesia, yakni LQ45 yang melemah 1,45% secara year to date. 

Fundamental Analyst BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand mengatakan hal tersebut menunjukkan investor mulai kembali melirik saham dengan valuasi relatif murah dan fundamental solid. 

Nusantara Almazia (NZIA) Jawab BEI soal Lonjakan Harga Saham

“Saham value cenderung lebih defensif karena sudah berada di level valuasi yang menarik sehingga risiko penurunan relatif lebih terbatas dibandingkan saham dengan valuasi premium,” katanya kepada Kontan, Kamis (20/2). 

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisory Ekky Topan menimpali saham-saham berbasis valuasi umumnya cenderung lebih resilien dibanding saham second liner yang sebelumnya telah mengalami kenaikan signifikan. 

“Situasi ini biasanya mendorong terjadinya rotasi investor menuju sektor maupun emiten dengan valuasi yang lebih rasional dan fundamental yang relatif kuat,” ucapnya. 

Menurutnya, saham-saham dalam IDX Value30 tetap relevan untuk dicermati karena didominasi oleh emiten berlikuiditas tinggi dengan valuasi yang relatif menarik sehingga lebih defensif ketika volatilitas meningkat. 

“Namun pendekatan investasi yang bisa digunakan fokus pada emiten yang memiliki valuasi murah, katalis pertumbuhan yang jelas serta sektor yang diuntungkan dalam dinamika makro saat ini,” jelas dia. 

Dari sisi investasi, Ekky menilai saham AADI masih menarik untuk dicermati seiring penguatan harga batubara yang berpotensi menopang kinerja dan distribusi dividen dan punya valuasi yang tergolong atraktif. 

Di sisi lain, lanjut dia, untuk eksposur yang lebih defensif, BBTN dapat menjadi alternatif mengingat kinerja 2025 yang solid serta momentum harga yang masih terjaga, dengan potensi penguatan menuju kisaran Rp 1.500.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menambahkan investor juga bisa mencari saham yang sektornya sejalan dengan program kerja pemerintah. 

Nico menyarankan investor untuk menggunakan analisa teknikal sebelum melakukan pembelian agar mendapatkan harga terbaik serta menentukan durasi investasi.

Dari konstituen indeks IDX Value30, saham pilihan Nico jatuh pada AADI, ADRO, ASII, AUTO, BBNI, BNGA, BSDE, CTRA, INDF, SMRA dan UNTR. Sementara pilihan Abida ada di MBMA, MEDC, BMRI, ASII dan JPFA. 

Volatilitas Meningkat, Prospek Bitcoin Jangka Pendek Masih Konsolidatif

Also Read

[addtoany]

Tags