
BANK Mega Syariah menilai harga emas global yang fluktuatif menjadi peluang masyarakat untuk memanfaatkan momentum koreksi harga melalui strategi buy the dip, yaitu membeli aset saat harga mengalami penurunan sementara.
“Strategi buy the dip dapat menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan peluang di tengah volatilitas harga, khususnya bagi nasabah yang memiliki tujuan keuangan jangka panjang seperti perencanaan ibadah haji, pendidikan, maupun penguatan portofolio investasi,” kata Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 4 April 2026, sebagaimana dilansir dari Antara.
Fluktuasi harga emas, lanjut dia, merupakan fenomena yang lazim terjadi. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor global seperti kondisi ekonomi, inflasi, kebijakan suku bunga, hingga ketidakpastian geopolitik.
Secara historis, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif stabil dalam jangka panjang dan kerap menjadi pilihan masyarakat untuk menjaga nilai aset.
“Masyarakat perlu memahami bahwa investasi emas tidak hanya berfokus pada momentum jangka pendek, melainkan juga pada potensi pertumbuhan nilai dalam jangka panjang,” ujar Benadicto.
Ia mengatakan, kondisi harga emas yang cenderung lebih bersahabat dapat menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk mulai atau menambah kepemilikan emas.
Sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas, kata Benedicto, produk pembiayaan emas Flexi Gold Bank Mega Syariah mencatatkan kinerja positif sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026.
Hingga Maret 2026, penyaluran Flexi Gold tumbuh lebih dari 85 persen dibandingkan posisi Desember 2025. Dari sisi volume, jumlah emas yang dibiayai mencapai lebih dari 1.400 gram, atau meningkat lebih dari 35 persen dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya.
Pilihan Editor: Pentingkah Penyatuan Neraca Komoditas Gula





