Bapanas: Gerakan pangan murah berlangsung hingga H-1 Lebaran

H Anhar

BADAN Pangan Nasional atau Bapanas memastikan program stabilisasi harga pangan dapat berjalan hingga menjelang Idul Fitri untuk menjamin ketersediaan pangan. “Mudah-mudahan ini juga sebagai bagian pengendalian inflasi,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 14 Maret 2026.

Program intervensi pangan yang dimaksud adalah Gerakan Pangan Murah (GPM), Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, dan mobilisasi stok melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Lalu ada pula program bantuan pangan beras dan minyak goreng

Selain menyediakan outlet pangan murah secara umum, Gusti mengatakan pemerintah menggelar program Gerakan Pangan Murah untuk jenis komoditas tertentu. Salah satunya adalah GPM khusus daging ayam beku yang tersedia di lebih dari 1.200 outlet di 17 provinsi. Gusti memastikan program ini akan berlangsung hingga sehari sebelum Lebaran.

Gusti mengatakan, program GPM daging ayam beku merupakan kerja sama antara Badan Pangan Nasional, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Malindo Feedmill Tbk. Masyarakat dapat mengetahui sebaran lokasi GPM daging ayam ras beku melalui tautan: bit.ly/gpmdagingayam2026.

GPM khusus lainnya adalah daging ruminansia. Badan Pangan Nasional menggelar program ini dengan menggandeng PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari.

Gusti berharap masyarakat dapat menjangkau daging program pangan murah tersebut dapat menjangkau daging sapi dan kerbau dengan harga terjangkau melalui outlet yang disediakan.

Hingga Maret ini, Badan Pangan Nasional mencatat program GPM telah dilaksanakan sebanyak 789 kali di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota. Selain Gerakan Pangan Murah, Gusti melaporkan pelaksanaan program SPHP dan FDP selama bulan ketiga ini.

Untuk realisasi SPHP beras, Gusti mencatat penjualannya telah mencapai 19,5 ribu ton hingga 13 Maret 2026. Masyarakat dapat membeli maksimal lima kemasan ukuran 5 kilogram atau maksimal dua kemasan untuk varian 2 kilogram.

Sementara, realisasi FDP hingga Maret tercatat 13.916 kilogram yang terdiri dari cabai rawit merah 5.590 kilogram, sapi hidup 5.126 kilogram, beras 2.000 kilogram, dan Minyakita 1.200 liter.

Gusti mengatakan, daerah defisit yang menjadi tujuan FDP antara lain Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur, Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, Lombok Tengah, Lombok Timur Nusa Tenggara Barat, hingga Kepulauan Riau.

Terakhir, Gusti mencatat bantuan pangan beras dan minyak goreng juga telah mulai didistribusikan ke 232.076 penerima per 14 Maret 2026. Adapun beras yang disalurkan sebesar 4,64 juta kilogram dan minyak goreng sebanyak 928,3 ribu liter.

Pilihan Editor: Rapel MBG Saat Libur Lebaran

Also Read

[addtoany]

Tags