Cara Menanam Melon Hidroponik Sistem Dutch Bucket System (DBS)

  • 4 min read
  • Jan 21, 2021

Yuk Belajar Cara Menanam Melon Hidroponik Sistem Dutch Bucket System (DBS), simak langkah-langkanya dari mulai ✓Persiapan ✓ Penyemaian ✓Penanaman ✓ Perawatan ✓Panen ✓pengendalian hama


Bila kita sering mengunjungi toko buah, pasti sering kita jumpai berbagai macam melon. Melon yang masih satu family dengan labu, ternyata memiliki bermacam – macam jenis loh! Diantaranya ada melon Honeydew, melon yang paling manis di antara jenis lainnya. Selanjutnya ada melon Cantaloupe, melon yang berwarna oranye di bagian daging buah nya, dan ada jenis melon Canary.

Melon Hidroponik Sistem Dutch Bucket System (DBS)

Selain memiliki jenis yang bermacam – macam, melon juga kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Melon memiliki kandungan vitamin A, C, dan vitamin K. Selain itu, melon juga memiliki folat dan niasin.

Tahapan Menanam Melon Hidroponik

Selain kita dapat menjumpai melon di toko buah, kita juga bisa membudidayakan buah melon sendiri loh! Dengan cara sistem hidroponik, melon dapat kita langsung petik di halaman rumah kita.

Persiapan

Sebelum kita mulai menanam melon hidroponik, kita harus menyiapkan dan merakit sistem hidroponik yang akan kita gunakan dalam menanam. Pada artikel kali ini, kita akan menggunakan sistem hidroponik Dutch Bucket System (DBS).

Keunggulan sistem ini yakni, dapat mempercepat serta memperbanyak hasil panen pada tanaman. Serta, kelebihan lain dengan menggunakan sistem DBS ini membuat kita leluasa, tanpa harus repot bolak balik mengganti air pada tanaman satu persatu.

Komponen yang dibutuhkan dalam pembuatan sistem DBS yakni,

  • Ember
  • Pipa paralon
  • Knee ulir
  • Knee T
  • Dop
  • Selang kecil
  • Grommet 7mm
  • Vault ring 1/2 inch
  • Pompa air akuarium
  • Tandon
  • Netpot
  • Kain flanel
  • Rockwool
  • Nutrisi AB Mix
  • Cocopeat

Berikut langkah perakitan sistem hidroponik Dutch Bucket System (DBS),

  • Buat lubang dengan menggunakan bor pada bagian bawah ember. Lubang pada ember ini, nanti nya akan di taruh verlop ring
  • Setelah verlop ring terpasang, selanjutnya kita pasang knee ulir pada verlop ring
  • Selanjutnya kita lubangi bagian tutup ember. Lubangi tutup ember dibagian tengah
  • Kemudian kita pasang kain flanel pada netpot
  • Setelah tutup ember sudah selesai kita lubangi, dan netpot sudah terpasang dengan kain flanel. Letakkan netpot tersebut pada bagian tutup ember yang sudah kita lubangi.
  • Setelah ember – ember sudah berhasil terakit, kita lanjut untuk perakitan ke pembuangan air nutrisi. Potong pipa paralon menjadi bagian kecil, setelah itu, sambungkan pipa paralon supaya terhubung antara ember satu dengan ember lainnya. Sambungkan pipa paralon tersebut dengan menggunakan knee T maupun knee ulir
  • Pasang knee ulir yang ukurannya lebih besar pada ujung pipa di bagian pembuangan yang mengarah ke tendon, dan pasang dop ukuran 2 inch pada ujung pipa bagian lain
  • Setelah pipa paralon untuk pembuangan air nutrisi sudah berhasil terpasang semua. Selanjutnya kita siapkan pipa paralon yang berukuran kecil, lebih kecil dari pipa paralon untuk pembuangan air nutrisi, yang nantinya pipa paralon berukuran kecil ini akan diletakan di bagian belakang ember untuk menghantarkan air nutrisi
  • Setelah pipa paralon sudah di letakan di belakang ember, lubangi satu persatu bagian tengah pipa tersebut. Lubangi bagian tengah pipa tersebut selebar ukuran grommet. Karena nantinya, lubang tersebut akan di pasang grommet. Perlu diperhatikan juga, lubang pada pipa tersebut harus di sejajarkan dengan masing – masing posisi ember
  • Setelah sudah membuat lubang pada pipa yang terdapat pada belakang ember, dan grommet juga sudah berhasil terpasang, berikutnya, masukkan selang kecil ke dalam grommet. Selang kecil tersebut berfungsi untuk menghantarkan air nutrisi ke netpot yang terpasang pada ember
  • Pasang knee ulir berukuran 1/2 inch di bagian ujung pipa yang mengarah ke tandon. Selanjutnya knee ulir tersebut di sambungkan dengan pipa paralon lagi yang berukuran sama kecil nya dengan pipa di belakang ember. Pipa yang terdapat pada tandon ini berfungsi menghantarkan air nutrisi
  • Pasang dop 1/2 inch pada bagian ujung pipa paralon yang lain
  • Setelah itu, masukkan pompa air akuarium ke dalam tandon, dan sambungkan pipa yang ada pada tandon dengan pompa air

Setelah sistem hidroponik Dutch Bucket System (DBS) sudah berhasil terakit dan tersusun rapih, selanjutnya kita masuk ke tahap penyemaian.

Penyemaian

Sebelum kita masuk ke tahap ini, hal pertama yang harus dilakukan yakni memilih benih melon yang berkualitas tinggi. Dengan cara mensortir benih ke dalam air hangat dan rendam selama 2 jam. Pilihlah benih yang tenggelam saat di rendam. Karena benih tersebut memiliki kualitas yang baik.

Berikut tahapan penyemaian benih melon,

  • Potong rockwool menjadi bagian kecil kotak
  • Lubangi rockwool satu persatu dan jangan sampai bolong
  • Setelah itu, masukkan benih melon ke dalam rockwool
  • Letakkan rockwool yang sudah terisi oleh benih melon pada tray semai. Tray semai ini bisa menggunakan wadah plastic atau nampan.
  • Semprot rockwool dengan menggunakan air bersih. Semprotkan rockwool dengan air bersih secukupnya jangan sampai rockwool tenggelam supaya tanaman tidak busuk
  • Setelah rockwool sudah disemprot dengan air bersih, letakkan tray semai ke tempat gelap

Dalam tahap penyemaian, kita harus rutin menyemprotkan benih dengan air bersih setiap hari sebanyak 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

Setelah benih sudah pecah dan berkecambah, tray semai dapat dipindahkan ke ruangan yang terkena paparan sinar matahari. Biasanya kecambah akan muncul setelah 2 hari.

Penanaman

Tanaman dapat dipindahkan ke media tanam yang sudah kita rakit apabila sudah menumbuhkan daun kurang lebih sebanyak 5 daun. Biasanya daun akan bermunculan selama 10 hari setelah tanaman sudah berkecambah.

Setelah daun sudah bermunculan, pindahkan rockwool ke media tanam yakni netpot yang sudah kita isi dengan cocopeat. Pindahkan tanaman secara perlahan.

Isi tandon dengan nutiris AB mix sebanyak 1 botol kemudian aduk air sampai tercampur rata.

Setelah itu, nyalakan pompa air supaya nutrisi AB mix tersebut dapat menghantarkan air ke masing – masing ember.

Perawatan

Untuk merawat tanaman melon hidroponik kita harus teliti. Karena, bila tanaman bermunculan tunas, kita harus segera memangkasnya supaya tidak menghambat pertumbuhan tanaman melon hidroponik.

Selain itu, bila batang sudah mulai tinggi, kita harus membuat ajir supaya dapat menyangga batang tumbuh ke atas dengan baik.

Pengendalian Hama

Semprotkan cairan pestisida yang berbahan organik pada setiap tanaman secukupnya saja, agar tanaman melon hidroponik yang kita tanam tidak mudah terserang hama.

Panen

Pada umumnya, melon sudah bisa panen selama 3 bulan dari masa penanaman atau pindah tanam.

Kita dapat memetik buah melon yang sudah terdapat jaring – jaring.

Berikut cara menanam melon hidroponik menggunakan cara sistem Dutch Bucket System. Walaupun sedikit rumit dalam perakitan sistemnya, namun, dapat mempercepat pertumbuhan pada tanaman melon hidroponik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *