Cabai Hidroponik Budidaya Lengkap A-Z

  • 4 min read
  • Jan 25, 2021

Panduan lengkap budidaya Cabai Hidroponik ✓Persiapan ✓ Penyemaian ✓Penanaman ✓ Perawatan ✓Panen ✓Pengendalian Hama


Di Indonesia, notabene masyarakat nya gemar mengkonsumsi makanan pedas. Bahkan ada seseorang yang sedang sedih setelah putus cinta rela mengkonsumsi makanan pedas degan tingkatan level yang tinggi untuk mengalihkan kesedihan nya.

cabai hidroponik sistem irigasi

Makanan pedas membuat produksi hormon serotonin meningkat sehingga dapat membuat efek bahagia ketika kita sedang bersedih. Dengan kita suka mengkonsumsi makanan pedas, kita akan siap menghadapi depresi, kecemasan, dan kesedihan yang menerpa.

Selain itu, dengan mengkonsumsi makanan pedas kita juga akan mengeluarkan keringat yang cukup banyak sehingga dapat membakar kalori layaknya kita sedang berolahraga.

Sumber makanan pedas sering kita temui pada cabai. Karena cabai memiliki zat capcaisin yang menimbulkan efek panas seperti terbakar.

Cabai selain memberikan efek panas yang dapat menggoyang lidah, juga memiliki segudang manfaat yang terkandung pada tanamannya.

Kandungan capcaisin yang terdapat didalamnya, ternyata dapat meningkatkan nafsu makan kita loh! Sehingga, dengan kita rajin makan, maka tubuh kita akan mendapatkan cukup banyak energi. Zat capcaisin yang terkandung pada cabai juga berguna untuk meredakan sakit kepala dan pilek, karena terjadinya penyumbatan, maka dengan kita mengkonsumsi cabai, dipercaya dapat meringankan hidung yang tersumbat.

Diantaranya, dengan rutin mengkonsumsi makanan yang bercampur dengan cabai, dapat membuat mata kita menjadi sehat. Karena cabai memiliki kandungan vitamin A didalam nya, sehingga dapat menjaga kesehatan penglihatan mata kita. Adapun cabai rawit, memiliki lebih banyak kandungan vitamin A didalam nya yakni, 11.050 mg.

Cabai juga dapat membantu untuk melancarkan peredaran sirkulasi darah pada tubuh. Jika peredaran darah kita lancar, akan terhindar dari berbagai penyakit. Diantaranya, penyakit jantung koroner.

Tahapan Menanam Cabai Hidroponik

Walaupun cabai memiliki segudang manfaat yang sangat berarti bagi tubuh, namun, mengkonsumsi cabai berlebih juga dapat menyebabkan bahaya loh!

Mengkonsumsi cabai berlebih dapat menyebabkan radang usus sehingga menimbulkan sakit perut seperti mulas. Terlalu banyak mengkonsumsi cabai juga dapat meningkatkan asam lambung serta menyebabkan sakit maag.

Walaupun cabai memiliki manfaat dan kekurangannya tersendiri, ternyata untuk mendapatkan cabai sebagai bahan pelengkap makanan kita sehari – hari sangat mudah loh! Dengan bertanam dengan cara hidroponik, kita dapat memetik langsung cabai di halaman rumah kita tanpa perlu repot pergi ke pasar maupun supermarket.

Persiapan

Hal pertama sebelum melakukan proses penanaman, kita harus memilih benih cabai yang akan kita tanam. Terdapat dua jenis benih cabai, yakni cabai lokal dan cabai hibrida.

Untuk jenis cabai hibrida memiliki keunggulan tersendiri, yakni cabai lebih awet dan tahan lama untuk disimpan, sehingga tidak mudah busuk. Selain itu, jenis cabai hibrida lebih tahan terhadap hama.

Setelah kita sudah memutuskan ingin melakukan cocok tanam menggunakan benih cabai yang mana, kita persiapkan juga peralatan lainnya seperti,

  • Benih cabai
  • Polybag
  • Sekam bakar
  • Pupuk
  • Kompos
  • Nutrisi AB Mix
  • Air

Setelah serangkaian pesiapan sudah kita lakukan, kita masuk pada tahap penyemaian benih.

Penyemaian

Sebelum kita mulai menyemai benih cabai, kita harus memastikan terlebih dahulu benih cabai yang kita gunakan memiliki kualitas yang baik.

Cara terbaik dalam menyeleksi benih cabai yang baik dan berkualitas dengan cara merendam benih cabai tersebut ke dalam air hangat. Kemudia kita diamkan kurang lebih 2 jam. Nanti akan terlihat mana benih cabai yang bagus untuk ditanam dan benih cabai yang harus dibuang.

Kita gunakan benih cabai yang tenggelam. Karena, benih cabai yang baik dan berkualitas adalah benih cabai yang tenggelam, sehingga, nantinya benih cabai tersebut akan menghasilkan cabai yang baik, tidak mudah busuk, serta cepat untuk panen.

Adapun langkah penyemain cabai hidroponik sebagai berikut,

  • Siapkan wadah tanam yakni polybag. Isi wadah tersebut dengan media tanam
  • Media tanam disini menggunakan sekam bakar, pupuk, dan kompos. Masukkan ke dalam polybag semua media tanam yang tersedia. Perbandingan pengisian media tanam 1 : 1 : 1
  • Setelah itu, terbarkan benih cabai yang berkualitas ke dalam polybag
  • Semprotkan dengan air secukup nya polybag yang sudah terisi dengan benih cabai tersebut

Setelah langkah di atas sudah dilaksanakan, taruh polybag ditempat yang gelap. Semprotkan benih cabai tersebut setiap hari pagi dan sore. Semprotkan dengan air secukup nya dan jangan sampai membuat genangan pada polybag supaya tanaman cabai tidak cepat busuk.

Jika cabai sudah mulai bermunculan tunas, kita dapat memindahkan polybag ke tempat yang cukup terkena cahaya sinar matahari. biasanya, tunas akan muncul selama 4 hari.

Penanaman

Benih cabai sudah siap ditanam ke sistem hidroponik jika sudah berusia kurang lebih 25 hari dan benih cabai sudah memiliki daun sejati. Setelah sudah melewati batas usia tersebut, robek polybag secara perlahan ke sistem hidroponik yang kita gunakan.

Dalam memindahkan benih cabai dari polybag ke sistem hidroponik perlu dilakukan dengan perlahan dan hati – hati. Supaya tidak merusak akar cabai. Karena, bila kita merusak akar nya, cabai yang kita tanam akan mengalami gagal panen.

Perawatan

Setelah benih cabai sudah selesai kita pindahkan ke sistem hidroponik, kita harus rutin melakukan perawatan supaya tanaman cabai yang kita tanam dapat tumbuh dengan baik dan berhasil panen.

Adapun cara merawat benih cabai di sistem hidroponik yakni dengan kita melarutkan air bersih dengan air nutrisi AB mix. Campurkan secara rata dan taruh pada sistem hidroponik yang kita buat.

Tambahkan air nutrisi AB mix ke sistem hidroponik yang kita buat setiap 10 hari sekali.

Kita juga perlu menyirami tanaman dengan air bersih setiap harinya sebanyak 2 kali sehari pagi dan sore.

Setelah tanaman sudah tinggi, kita siapkan ajir untuk menopang batang nya. Supaya batang dapat tumbuh dengan tegak sehingga cabai dapat tumbuh dengan cepat dan baik karena terkena sinar matahari yang cukup.

Langkah perawatan tanaman cabai berikutnya, yakni dengan cara memangkas tunas muda di sekitar daun. Hal ini perlu dilakukan supaya cabai tidak tumbuh membelok dan tetap tegak.

Pengendalian Hama

Cabai dapat terserang hama seperti ulat, tungau, bercak daun, kutu daun, sehingga dapat membuat cabai yang kita tanam menjadi busuk.

Untuk menghindari kebusukan pada tanaman cabai yang kita tanam, semprotkan cairan pestisida secukup nya, supaya cabai yang kita konsumsi aman dan terhindar dari kebusukan karena hama.

Panen

Cabai akan mengalami proses panen setelah 3 bulan setelah proses penanaman atau pemindahan ke sistem hidroponik.

Adapun cara panen cabai cukup mudah, dengan memetik cabai secara perlahan pada pagi hari.

Berikut cara menanam cabai secara hidroponik. Selain dapat menghemat pengeluaran belanja bulanan, bercocok tanam dengan cara hidroponik, dapat menjadi langkah awal permulaan untuk membuat bisnis di bidang sayuran.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *