Panduan Lengkap Teknik Menanam Hidroponik

  • 9 min read
  • Jan 04, 2021

Artikel ini bersisi ✓  Tentang Hidroponik ✓ Sistem Hidropinik ✓ Kelebihan dan Kekurangan Hidropinik ✓ Media Tanam ✓ Jenis Tanaman ✓ Modal Awal ✓ Tahapan Menanam ✓ Penyakit Dan Cara mengatasinya


Zaman serba canggih memberi kemudahan dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk di antaranya adalah kegiatan bertanam. Dulu, seorang petani harus mempunyai tanah berukuran luas untuk mulai berladang.

tentang hidroponik

Namun, situasi tersebut kini sangat sulit untuk dilakukan. Apalagi, ketersediaan lahan pertanian semakin berkurang. Sebagai solusinya, siapa pun bisa menjadi petani dengan menggunakan teknik hidroponik.

Bertanam menggunakan sistem hidroponik tak memerlukan lahan berukuran luas. Oleh karenanya, teknologi canggih ini sering dimanfaatkan oleh masyarakat perkotaan dalam memanfaatkan lahan terbatas yang dimiliki sebagai sarana berkebun.

Jenis tanaman yang bisa dibudidayakan dengan sistem hidroponik juga beragam. Tak menutup kemungkinan, hasil budidaya dari kebun yang dimiliki bisa memberi peluang bisnis tambahan.

Tentang Hidroponik

Karena manfaatnya yang sangat besar dan membuat siapa pun bisa bertanam di lahan terbatas, tak heran kalau banyak orang yang ingin tahu lebih lanjut tentang hidroponik.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Anda dapat mengetahui panduan secara menyeluruh tentang penerapan hidroponik secara mandiri. Kalau mau, Anda bisa pula mempraktikkannya di rumah, lho!

Apa Itu Hidroponik?

Sistem tanam ini mempunyai perbedaan yang sangat mencolok kalau dibandingkan dengan metode penanaman konvensional.

pengertian hidroponik

Lewat metode ini, proses penanaman dapat dilangsungkan tanpa harus menggunakan tanah dan menggantikannya dengan air.

Oleh karena itu, teknik ini disebut dengan hidroponik yang merupakan gabungan dari dua kata, hydro dan ponos.

Hydro dalam bahasa Yunani memiliki arti air. Sementara itu, ponos mempunyai makna daya.

Selanjutnya, gabungan kedua kata ini akan membentuk pengertian hidroponik sebagai metode budidaya tanaman yang memanfaatkan air tanpa disertai penggunaan media tanah.

Selain itu, penerapan metode ini juga harus dibarengi dengan adanya pemenuhan unsur hara dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Sejarah Hidroponik

Penemuan teknik budidaya hidroponik sebenarnya sudah sangat lama. Francis Bacon telah menulis metode ini dalam bukunya berjudul Sylva Sylvarum pada 1627.

Setelah itu, banyak peneliti berusaha untuk mengembangkan metode budidaya tanaman tanpa tanah ini. Namun, perkembangan teknologi hidroponik di Indonesia baru terjadi pada kisaran tahun 1970-an.

Saat itu, teknik hidroponik menjadi materi praktikum di perguruan tinggi dalam negeri. Selanjutnya, seorang praktisi pertanian asal Cipanas, Jawa Barat bernama Iin Hasim mencoba pembudidayaan tanaman hias dengan hidroponik. Namun, proses pelaksanaannya bukan berlangsung di Indonesia, tetapi di Singapura.

Pemanfaatan sistem hidroponik dalam skala luas terjadi ketika Bob Sadino menggunakan teknik ini untuk budidaya sayuran pada lahan miliknya pada 1982.

bob sadino hidroponik
Sumber : Satuharapan

Saat itu, mendiang Bob Sadino menyediakan lahan dengan luas mencapai 2,5 hektare untuk budidaya sayuran menggunakan teknik hidroponik. Selanjutnya, teknik penanaman revolusioner ini pun terus berkembang.

Pada 1983, masyarakat luas mulai mengetahui adanya sistem penanaman hidroponik berkat adanya pameran flora dan fauna yang digelar di Lapangan Monas, Jakarta.

Oleh karenanya, tak heran kalau banyak bermunculan perusahaan yang melakukan upaya pengembangan hidroponik dalam skala industri, termasuk di antaranya adalah PT Kebun Sayur Segar (2003) dan Momenta Agrikultura (1998).

Teknologi hidroponik kemudian berkembang tanpa perlu menggunakan atap. Hanya saja, pengetahuan tentang teknologi terbaru hidroponik tanpa atap tersebut masih belum dalam tahap aplikatif.

Masyarakat Indonesia mengetahuinya lewat artikel yang membahas tentang pemanfaatan hidroponik tanpa atap di Australia yang dipublikasikan pada 2006.

Penerapan teknik hidroponik tanpa atap di Indonesia baru terjadi pada 2010. Sosok bernama Kunto Herbiwibowo adalah orang yang berjasa dalam mengembangkan teknik terbaru ini di tanah air.

Selanjutnya, hidroponik menjadi teknik budidaya yang sudah dikenal luas oleh masyarakat awam. Apalagi, adanya media sosial yang berperan positif dalam mendorong pengaplikasian hidroponik dalam level rumahan.

Macam-Macam Sistem Hidroponik

Berkat kemajuan teknologi, pemanfaatan hidroponik kini dapat dilakukan dengan sangat mudah.

Anda pun tinggal memilih sistem yang ingin diterapkan, baik untuk skala rumahan atau industri. Terdapat beberapa jenis sistem yang bisa Anda praktikkan, yaitu:

#1. Sistem Sumbu atau Wick

Kalau ingin menerapkan metode hidroponik yang sederhana dan murah, pertimbangan terbaiknya adalah sistem wick atau sumbu.

Ilustrasi penerapan sistem ini dapat Anda lihat pada cara kerja sumbu kompor yang menggunakan minyak tanah.

Anda tinggal memanfaatkan kain flanel yang berguna untuk menyerap dan menyalurkan nutrisi ke akar tanaman.

#2. Sistem NFT

Sistem NFT atau nutrient film technique merupakan metode hidroponik yang cukup sering diaplikasikan.

Dalam metode ini, Anda perlu mengatur agar akar tanaman memperoleh aliran air bernutrisi secara berkala.

Untuk membantu kelancaran pengaliran air bernutrisi tersebut, Anda memerlukan pompa serta tangki untuk penampungan.

#3. Sistem EBB dan Flow

Sistem selanjutnya adalah hidroponik EBB dan flow. Untuk menggunakan metode ini, Anda perlu memanfaatkan timer yang berguna untuk mengatur waktu pengaliran air ke tanaman.

Terdapat sebuah alat khusus yang dapat membantu Anda dalam melakukan pengaturan pengaliran air secara otomatis.

#4. Sistem Penetesan Air atau Drip

Sistem drip mempunyai cara kerja yang mirip dengan NFT. Hanya saja, pemberian air bernutrisi tidak dilakukan dengan mengalirkannya ke bagian akar.

Sebagai gantinya, Anda perlu membangun sistem yang bekerja melakukan penetesan air nutrisi ke masing-masing media tanam.

#5. Sistem Kultur Air

Teknik selanjutnya adalah sistem kultur air. Teknik ini dapat Anda jalankan dengan menempatkan tanaman pada wadah yang mengapung seperti styrofoam dan menempatkannya pada tangki yang penuh air nutrisi.

Sebagai pendukung, Anda juga perlu menggunakan pompa yang membantu menyuplai oksigen untuk tanaman.

#6. Sistem Aeroponik

Sistem aeroponik memiliki tingkat kecanggihan lebih tinggi dibandingkan metode lain. Dalam teknik ini, Anda memerlukan alat yang bertugas menyemprotkan air nutrisi secara langsung ke akar tanaman.

Meski butuh biaya lebih mahal, metode aeroponik menawarkan hasil panen yang lebih banyak dibandingkan teknik hidroponik lain.

Kelebihan dan Kekurangan

Kalau dibandingkan dengan teknik menanam konvensional, hidroponik memang punya beberapa kelebihan.

Meski begitu, hidroponik bukanlah metode yang sempurna. Ada berbagai kekurangan yang perlu Anda perhatikan.

Kelebihan Hidroponik

Kalau menggunakan metode hidroponik, Anda bisa memperoleh 5 kelebihan utama, yaitu:

  1. Hemat lahan. Pembuatan kebun berbasis hidroponik dapat Anda lakukan di mana saja. Kalau mau, Anda bisa membangunnya di teras ataupun atap rumah.
  2. Tanaman yang lebih tahan hama. Hal ini dapat terjadi karena penyakit pada tanaman umumnya berasal dari tanah. Karena tak menggunakan tanah, hama yang menyerang tanaman pun berkurang secara drastis.
  3. Hemat pupuk dan air. Penggunaan pupuk serta air dalam sistem hidroponik jauh lebih hemat kalau dibandingkan cara konvensional. Apalagi, air bernutrisi yang digunakan telah mampu mencukupi kebutuhan tanaman.
  4. Praktis. Pengerjaan kebun berbasis hidroponik sangat praktis. Anda tak perlu mencangkul tanah seperti halnya petani konvensional.
  5. Panen melimpah. Hasil panen yang didapatkan bakal lebih banyak dibandingkan metode berkebun konvensional. Tak hanya itu, kualitas hasil panen juga lebih baik dibandingkan metode konvensional.

Kekurangan Hidroponik

Selain itu, ada 4 kekurangan yang harus Anda cermati ketika menggunakan metode hidroponik, yaitu:

  • Modal awal yang cukup besar. Ada berbagai peralatan serta bahan yang perlu Anda persiapkan kalau ingin membuat kebun hidroponik, termasuk di antaranya adalah pipa, selang, pompa akuarium, dan lain sebagainya.
  • Perlu ketelitian ekstra. Dalam metode hidroponik, Anda perlu memperhatikan pemberian nutrisi serta tingkat keasaman tanaman. Tak hanya itu, cermati pula perhitungan nutrisi yang diberikan kepada tanaman.
  • Perlu perlengkapan khusus. Berbeda dengan sistem penanaman konvensional, Anda bakal cukup kesulitan ketika ingin membeli berbagai kebutuhan untuk hidroponik. Kabar baiknya, keberadaan internet bisa menjadi solusi atas permasalahan ini.
  • Keterampilan khusus. Kalau ingin mempraktikkan metode hidroponik, Anda perlu terlebih dahulu mempelajari langkah-langkahnya secara komprehensif.

Media Tanam Hidroponik

Hidroponik dijalankan tanpa menggunakan tanah. Meski begitu, Anda tidak bisa serta merta menempatkan tanaman di dalam air nutrisi.

Anda perlu menggunakan media tanam yang berguna sebagai penyangga tanaman. Pilihan media tanam untuk hidroponik cukup bervariasi, di antaranya adalah:

Rockwool

Media tanam yang satu ini sangat populer dan cocok untuk penggunaan berskala rumahan atau industri.

Rockwool termasuk media tanam yang ramah lingkungan, terbuat dari berbagai jenis bahan alami seperti batu kapur, batu basalt, serta batu bara. Media tanam ini punya keunggulan karena higienisnya.

Hidroton atau expanded clay

Ada pula pertimbangan media tanam berupa hidroton. Media ini merupakan tanah liat yang telah menjalani proses pemanasan dengan suhu mencapai 1.000 derajat Celcius.

Dibandingkan media tanam lain, hidroton dapat menyimpan air bersih dengan tingkat keasaman netral yang lebih baik.

Hidrogel

Solusi media tanam untuk hidroponik selanjutnya adalah hidrogel. Bahan ini terbuat dari kristal polimer yang mampu menyerap air dengan baik.

Sebagai tambahan, penggunaan hidrogel juga memberi nilai estetika yang lebih menarik. Apalagi, Anda dapat menggunakan hidrogel dalam berbagai pilihan warna sesuai selera.

Serbuk sabut kelapa atau cocopeat

Kalau ingin mencari media tanam yang punya daya tampung air sangat tinggi, pertimbangannya adalah cocopeat.

Media tanam ini mampu menampung air dengan volume 6 sampai 9 kali volume aslinya. Namun, Anda perlu mewaspadai keberadaan zat tanin yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Solusinya mudah, Anda dapat merendam cocopeat terlebih dahulu sampai tidak ada busa putih.

Perlit

Solusi selanjutnya adalah media tanam perlit yang terbuat dari bahan batu silika.

Pemakaian media tanam ini mampu memberi keunggulan dalam kemampuannya menyimpan nutrisi serta unsur hara untuk tanaman.

Zeolit

Terakhir, Anda dapat pula mempertimbangkan pemakaian media tanam berupa zeolit.

Media ini berupa mineral kristal silika alumina terhidrasi. Keuntungan pemakaiannya adalah karena bahan ini punya kation alkali yang membuatnya bersifat mampu menukar ion serta berfungsi sebagai katalis.

Jenis Tanaman Hidroponik

Saat mencoba mempraktikkan metode hidroponik, Anda perlu memilih jenis tanaman yang sesuai.

Anda harus tahu bahwa tidak semua jenis tanaman dapat ditanam menggunakan teknik hidroponik.

Meski begitu, Anda bisa memilih berbagai jenis tanaman yang dapat Anda tanam dengan metode berkebun modern ini, di antaranya adalah:

  1. Selada Hidroponik
Selada Hidroponik

Pilihan tanaman hidroponik yang pertama adalah selada hijau. Proses budidaya selada hijau dengan hidroponik sangat praktis, bisa menggunakan media yang sederhana. Selain itu, bibit selada juga memerlukan waktu tumbuh yang relatif singkat, sekitar 2 minggu setelah proses penanaman.

  1. Seledri Hidroponik

Daun dari tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis masakan. Di samping itu, daun seledri juga punya khasiat untuk kesehatan. Cara penanamannya juga sangat sederhana, Anda dapat memilih sistem sumbu yang memerlukan biaya pembuatan sangat ekonomis.

  1. Cabai Hidroponik

Tingkat kebutuhan terhadap makanan pedas jadi pertimbangan menarik bagi Anda untuk menanam cabai secara hidroponik. Selain mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, cabai juga tak terlalu memerlukan perhatian yang intensif. Saat melakukan penanaman secara hidroponik, perhatikan pemilihan bibit, cara penyemaian, serta pemberian nutrisi.

  1. Tomat Hidroponik
Tomat Hidroponik

Tanaman ini memiliki ciri khas pada kandungan airnya yang sangat tinggi. Oleh karena itu, tomat merupakan tanaman yang sangat cocok ditanam dengan metode hidroponik. Selain memperhatikan asupan air, Anda juga perlu mencermati kebutuhan cahaya tanaman tomat. Jangan hanya mengandalkan cahaya matahari, pertimbangkan pula untuk menggunakan lampu khusus.

  1. Sawi Hidroponik

Sayuran ini termasuk sebagai salah satu tanaman yang paling sering digunakan dalam sistem hidroponik. Alasannya, proses penanaman sawi sangat mudah dan praktis. Untuk memperoleh sawi berkualitas, Anda perlu mempertimbangkan pemilihan bibit. Selanjutnya, Anda bisa menanam sawi dengan sistem sumbu dan memakai media rockwool.

  1. Melon Hidroponik

Teknik hidroponik dapat diterapkan tidak terbatas pada tanaman sayur. Anda bisa pula mempertimbangkan untuk menanam buah. Salah satunya adalah buah melon.  Ukuran batangnya yang kecil membuat tanaman ini sangat cocok digunakan pada metode hidroponik. Tips saat menanam melon, pastikan Anda mengikat buah ketika sudah berukuran agak besar.

  1. Strawberry Hidroponik

Selain melon, pilihan tanaman buah untuk hidroponik selanjutnya adalah Strawberry. Tanaman ini memiliki tingkat kesulitan yang relatif rendah. Di samping itu, Anda bisa memperoleh hasil panen yang banyak dari setiap tanaman.

  1. Bayam Hidroponik

Tanaman selanjutnya yang dapat Anda pakai untuk membangun kebun hidroponik di rumah adalah bayam. Tanaman sayur ini terkenal mudah ditanam. Dengan metode hidroponik, Anda bisa meningkatkan kadar nutrisinya sehingga jadi lebih baik.

  1. Kangkung Hidroponik

Sayur kangkung juga dapat Anda pertimbangkan sebagai pilihan tanaman hidroponik. Bahkan, sudah banyak orang yang telah menggunakannya. Ditambah lagi, kangkung merupakan sayuran yang disukai oleh banyak orang Indonesia.

  1. Timun Hidroponik
Timun Hidroponok

Pertimbangan tanaman hidroponik yang terakhir adalah timun. Tanaman ini punya kandungan air sangat banyak. Sistem hidroponik dapat membantu memenuhi kebutuhan air. Di samping itu, Anda juga akan memperoleh hasil panen timun yang lebih bernutrisi.

  1. Bawang Merah Hidroponik

Jenis tanaman hidroponik selanjutnya adalah bawang merah. Tanaman ini memiliki cara pembibitan yang mudah serta nilai jualnya juga tinggi. Ditambah lagi, bawang merah merupakan bahan yang kerap digunakan dalam setiap aktivitas memasak.

Lalu, berapa biaya yang diperlukan ketika ingin membangun sistem hidroponik di rumah? Jawabannya bisa berbeda-beda, disesuaikan dengan tujuannya masing-masing.

Kalau untuk keperluan hobi, Anda hanya perlu biaya berkisar antara Rp1 – 1,5 juta. Kalau ingin membangun kebun hidroponik yang lebih besar, tentunya biaya yang dibutuhkan semakin banyak.

Tahapan Cara Menanam Hidroponik

Bagi Anda yang tertarik untuk mulai menjalankan aktivitas berkebun hidroponik, langkah-langkah yang perlu dilaksanakan tidak terlalu banyak. Berikut ini adalah tahapan-tahapannya:

  • Persiapan

Langkah pertama adalah persiapan. Dalam tahapan ini, Anda perlu terlebih dahulu menentukan jenis sistem hidroponik yang digunakan. Untuk pertimbangan biaya yang lebih murah, Anda dapat memilih sistem sumbu atau kultur air.

Selanjutnya, Anda dapat mempersiapkan bahan serta perlengkapan yang diperlukan. Bahan dan perlengkapan tersebut di antaranya adalah :

Pipa paralon, sambungan paralon, penutup paralon, alat bor, media tanam, selang, gergaji, air, serta biji tanaman.

Setelah itu, rakit berbagai bahan sesuai dengan sistem hidroponik yang digunakan.

  • Pemilihan Bibit

Tahapan selanjutnya adalah pemilihan bibit. Proses ini sangat penting, untuk memastikan bahwa Anda memperoleh bibit yang bagus dan nantinya bisa menghasilkan panen berkualitas. Bibit yang bagus bakal mempunyai warna yang cerah dan tidak kusam.

Selain itu, Anda bisa pula memilih bibit berkualitas dengan cara merendamnya di dalam air. Saat merendam bibit, pilih benih yang tenggelam. Sementara itu, bibit yang terapung merupakan benih yang buruk dan harus Anda buang.

  • Penyemaian Bibit

Penyemaian bibit dapat Anda lakukan dengan mempersiapkan berbagai bahan dan perlengkapan, di antaranya adalah media tanam, benih tanaman, pisau, air dan nutrisi, tray penyemaian, serta tusuk gigi. Setelah mempersiapkan seluruh bahan dan perlengkapan tersebut, langkah-langkah penyemaian bibitnya adalah sebagai berikut:

  1. Potong media tanam dengan ukuran 2,5×2,5×2,5 cm
  2. Siram media tanam dengan air sampai lembap
  3. Tempatkan media tanam pada tray penyemaian. Jangan lupa untuk melubanginya memakai tusuk gigi
  4. Masukkan benih tanaman pada lubang media tanam yang telah dipersiapkan
  5. Lakukan penyiraman media tanam secara rutin di pagi hari dan tempatkan di area yang terkena sinar matahari
  6. Pindahkan media tanam ketika mendapati pertumbuhan tunas, biasanya antara 7-10 hari. Anda dapat memindahkannya ke netpot dan meletakkannya pada sistem hidroponik.
  • Pembesaran

Benih yang sudah tumbuh harus dipindah ke netpot dan memasangkannya pada sistem hidroponik. Anda perlu memperhatikan pertumbuhan tunas agar berlangsung dengan baik. Caranya, perhatikan pemberian nutrisi.

  • Pembuatan Nutrisi

Kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula ketika menanam sayur atau buah secara hidroponik adalah ketika memilih untuk meracik nutrisi sendiri. Pilihan ini memang tidak salah.

Apalagi, Anda dapat menghemat biaya ketika memutuskan untuk meracik nutrisi hidroponik sendiri. Hanya saja, Anda perlu melakukan perhitungan secara cermat. Kalau salah, tanaman bisa mati, gosong, dan semacamnya.

Kalau Anda menjalankan kebun hidroponik skala rumahan, pilihan terbaiknya adalah menggunakan nutrisi buatan pabrik. Namun, sebaliknya kalau Anda mempunyai kebun hidroponik berukuran luas.

Alih-alih membeli nutrisi jadi, pilihan terbaik yang harus Anda jalankan adalah meracik nutrisi sendiri. Apalagi, pada level ini Anda sudah mempunyai pengetahuan yang mencukupi tentang cara peracikan nutrisi.

  • Perawatan

Hidroponik memang menawarkan cara menanam yang praktis. Namun, Anda tetap perlu merawat tanaman secara rutin. Perawatan tanaman hidroponik tidak terlalu sulit.

Anda perlu mengatur jadwal pengecekan tanaman secara rutin, baik pagi atau sore hari. Selain itu, periksa pula bahwa tidak ada gangguan dalam sistem hidroponik, seperti kebocoran, tingkat kebersihan, atau sirkulasi air yang terganggu.

  • Panen

Setelah memasuki masa panen, proses pemanenan tanaman hidroponik sangat mudah. Anda tinggal mengambil netpot dari sistem hidroponik.

  • Pemasaran

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis sayur dan buah hasil kebun hidroponik, cara memasarkannya sangat mudah. Anda bisa memanfaatkan media sosial atau dapat pula menawarkannya secara langsung ke konsumen atau pedagang di pasar.

Penyakit dan Cara Mengatasinya

Tanaman hidroponik memang punya tingkat ketahanan hama dan penyakit lebih tinggi dibanding tanaman yang ditanam secara konvensional.

Meski begitu, tanaman ini tak memiliki kekebalan sempurna. Ada pula beberapa penyakit yang sering menimpa tanaman hidroponik, di antaranya:

  1. Klorosis pada daun muda. Penyakit ini ditandai dengan daun berwarna kekuningan yang merupakan indikasi adanya jaringan mati. Gejala ini dapat terjadi ketika tanaman mengalami kekurangan mangan (Mn). Solusinya mudah, cukup dengan menyemprot tanaman dengan cairan MnSo dengan kadar 1 gram per 1 liter air setiap minggu sampai pulih.
  2. Klorosis daun muda dan tua. Ada pula kemungkinan klorosis yang tak hanya menimpa daun berusia muda, tetapi juga daun tua. Gejala tersebut muncul karena tanaman kekurangan magnesium (Mg). Untuk mengatasinya, Anda bisa menyemprotkan cairan MgSO dengan dosis 1 gram per 1 liter air setiap minggu sampai tanaman sembuh.
  3. Ujung daun membengkok. Problem penyakit selanjutnya adalah bagian ujung daun yang terlihat membengkok. Permasalahan ini dapat muncul ketika tanaman kurang asupan unsur kalsium. Solusi masalah ini dapat diselesaikan dengan penyemprotan CaNO setiap minggu dengan dosis 1 gram per 1 liter air.

Nah, itulah panduan lengkap mengenai cara menanam praktis dengan metode hidroponik. Semoga bermanfaat, ya.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *